Kamis, 12 Juli 2012

Tazkiyyah 14: Amalan yang Dapat Melebur Dosa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Amalan yang Dapat Melebur Dosa

Oleh: DR. Moh Abdul Kholiq Hasan el-Qudsy


Kaum Muslimin yang Berbahagia,
Sebagaimana kita ketahui bahwa di antara rahmat Allah bagi hamba-Nya adalah Allah berkenan menerima kembali hamba-Nya yang mau bertaubat. Taubat dari dosa hukumnya adalah wajib. Baik dari dosa kecil maupun besar. Namun para ulama menjelaskan bahwa dosa-dosa besar tidak bisa dilebur secara otomatis kecuali dengan menyatakan taubat nasuha. Adapun dosa-dosa kecil yang tidak disengaja dilanggengkan, terdapat amalan-amalan yang bisa meleburnya, selain dengan taubat. Semua itu merupakan rahmat Allah swt yang begitu besar kepada hamba-Nya. Maha benar Allah dalam kalam-Nya, "... dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami". (QS. Al-`Araf:156)
Hadirin yang berbahagia,
Berikut ini beberapa amalan yang dapat melebur dosa-dosa kecil, di antaranya adalah (lih: The Power of Tobat, Moh Abdul Kholiq Hasan, 151-165):
1.   Shalat Lima Waktu & Jum'at,"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke Jum'at beri-kutnya merupakan pelebur dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi". (HR. Muslim).

2.   Puasa Ramadhan, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhori).

3.   Shalat Dua Raka'at dengan Khusyu', "Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, ke-mudian shalat dua raka'at tanpa berbicara dalam dirinya, niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari).

4.   Shalat Malam Bulan Ramadhan, "Barangsiapa sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".(HR. Bukhari).

5.   Shalat pada Malam Lailatul Qadar, “Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari).

6.   Sakit Demam, "Janganlah mencela demam, karena ia dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan anak Adam …". (HR. Muslim)

7.   Puasa ‘Arafah, "Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah subhanahu wata’ala semoga menghapuskan (dosa-dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". (HR.Tirmidzi, Ibnu majah dan al-Hakim).

8.   Ucapan Amin bersama Imam, "Apabila Imam mengucapkan, “Amin”, maka ucapkanlah, “Amin, juga,” karena barangsiapa yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan Malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ".(HR. Bukhari dan Muslim).

9.   Sabar terhadap musibah, " Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya"        (HR. Bukhari).

10.  Wudhu yang Bagus (Sempurna), "Barangsiapa yang berwudhu dan melakukannya dengan baik, kesalahan-kesalahannya akan keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya". (HR. Muslim).

11.  Shalat Berjama'ah, “Barangsiapa berwudhu untuk mendirikan sho-lat, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan untuk melak-sanakan sholat wajib, lalu ia mengerjakan sholat bersama orang-orang atau secara berjama'ah (di masjid), maka Allah subhanahu wata’ala akan mengampuni dosa-dosanya" (HR. Muslim).

12.     Menunaikan ibadah Umrah, “Umrah yang satu ke 'umrah berikutnya merupakan melebur dosa (hari-hari) di antara keduanya". (HR. Bukhari).

13.     Menyingkirkan Gangguan, “Ketika seseorang sedang berjalan di suatu jalan, tiba-tiba ia melihat sebatang duri menghalangi jalan lalu ia menyingkirkannya, maka Allah subhanahu wata’ala berterima kasih kepadanya dan mengampuni (dosa)nya". (HR. Muslim).

14.     Haji Mabrur. "Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji ka-rena Allah subhanahu wata’ala, kemudian dia tidak berkata keji dan berbuat fasiq, maka ia kembali (bersih dari dosa) seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya". (HR. Bukari Muslim).

15.     Mati Syahid, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Segala dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang”     (HR. Muslim).

Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah untuk melaksanakan amalan-amalan di atas dengan baik. Amin.

Senin, 09 Juli 2012

Tazkiyyah 13: Lima Kunci Sukses Bertaubat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lima Kunci Sukses Bertaubat

Oleh: DR. Moh Abdul Kholiq Hasan el-Qudsy


Jama`ah yang dimuliakan Allah,
Di antara kita mungkin merasa kesulitan untuk menyakinkan diri kita telah bertaubat. Hal itu karena kita merasa telah bertaubat, namun kenyataannya kita masih mengulang lagi perbuatan dosa tersebut. Lalu bagaimana agar kita sukses dalam bertaubat? Berikut ini ada lima hal yang insya Allah menjadikan taubat kita sebagai taubat nasuha.
1-Memohon Pertolongan Allah; Semua kita menyakini bahwa kejadian apapun yang terjadi di dunia ini tidak bisa lepas dari tangan kekuasaan Allah, termasuk perbuatan ibadah kita. Seorang mukmin sudah seharusnya meminta pertolongan dari Allah dalam segala hal, temasuk dalam masalalah taubat. Oleh karena itu, Allah Swt mewajibkan kepada kita semua untuk melakukan sholat lima waktu, yang di dalamnya kita semua membaca sutar Al-Fatihah. Salah satu ayat surat Al-Fatihah yang kita baca adalah "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. 1:5)
2- Musyarathah dengan Allah; Yaitu perjanjian seorang hamba dengan Allah untuk selalu menjadi hamba yang taat. seorang hamba harus selalu mengingat ketika ia bertaubat kepada Allah, ia berarti telah melakukan perjanjian kepada Allah. Perjanjian ini akan selalu ditagih oleh Allah. Oleh karenanya, seorang hamba harus memeliharanya dan menjaganya jangan sampai menodai janjinya kepada Allah. Caranya adalah dengan selalu menghadirkan musyarothoh setiap ia tergoda atau dibisiki syaitan untuk melakukan sebuah kemaksiatan. Dengan musyarothoh ini ia akan sukses dalam taubatnya, dan hamba ini akan mencapai sebuah keistiqomahan dalam hidupnya.
3- Muhasabah Diri; Selanjutnya, ketika seseorang telah melakukan musyarothoh dengan Allah, maka ia harus selalu mengadakan muhasabah atau intropeksi diri. Seorang ynag tidak mau muhasabah diri, ia tidak akan tau bahwa ia melakukan kesalahan atau kedholiman terhadap dirinya atau orang lain. Dengan muhasabah seorang hamba akan mengetahui segala kekurangannya, dengan mengetahui kekurangan dan kesalahannya, maka ia akan bangkit untuk selalu bertaubat dan menjaga jangan sampai terjerumus kedua kalinya. Allah berkalam: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) (QS. 59:18). 
Yang disebut dengan muhasabah adalah menghitung antara modal dan untung serta rugi. Modal dalam agama kita adalah melakukan ibadah fardhu. Adapun untung kita adalah melakukan amalan sunnah. Sedangkan rugi kita adalah melakukan kemaksiatan. Seandainya seseorang melakukan perhitungan terhadap dosanya dengan cara setiap melakukan dosa dengan melemparkan batu kerikil ke dalam rumahnya, maka tidak lama rumah itu akan terpenuhi batu. (Ibnu Qudamah, 2002).
4-Mujahadah; Muhasabah sendiri ternyata tidak cukup. Seorang hamba ketika mengetahui dan sadar bahwa ia memiliki banyak kekurangan, maka ia harus segera bangkit untuk melakukan amalan-amalan sholeh yang bisa menutupi kekurangannya.
Seorang yang telah bertaubat, ia harus segera mengisi waktu-waktunya yang tersisa untuk bermujahadah (bersungguh-sungguh) beribadah kepada Allah. Karena seorang hamba tidak mungkin mendapatkan ridho Allah kecuali dengan kesungguhan (mujahadah) beribadah kepada Allah. Sebagaimana yang dilakukan Umar r.a, ketika ia tertinggal sholat berjamaah, maka ia menggantinya dengan qiyamul lail semalam suntuk. Allah berkalam, Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. 29:69).
Dan ke 5- Selalu mengingat akibat fatal dari dosa; Salah satu hal yang bisa menjadikan sukses taubat seseorang adalah dengan mengingat akibat fatal dari dosa yang dilakukannya baik di dunia maupun di akherat.  Ibnu Abbas r.a berkata tentang pengaruh amal kebaikan dan kemaksiatan: "Sesungguhnya sebuah kebaikan itu akan memberikan kecerahan di wajah, dan cahaya di hati, keluasan rizki,  badan kuat, kecintaan di hati makhluk, dan sesungguhnya kemaksiatan akan membuat buram di wajah, kegelapan di hati dan di kuburan, badan lemah, rizki berkurang, dan ketidak sukaan makhluk kepadanya " (Fafirru ilallah, Abi dzar al-Qolmuni)
Demikianlah lima hal yang menjadi kunci kesuksesan taubat seorang hamba. Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah agar mampu melaksanakannya dengan baik. Amiin
http://mkitasolo.blogspot.com/

Kamis, 05 Juli 2012

Tazkiyyah 12: Cerdas Menurut Rasulullah Saw

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Cerdas Menurut Rasulullah Saw

Oleh: DR. Moh Abdul Kholiq Hasan el-Qudsy


Pembaca yang dirahmati Allah,
Ketika orang menyadari adanya kehidupan selain kehidupan dunia ini, ia tentu akan menyiapkan sebaik mungkin untuk bekal kehidupan kelak. Orang yang cerdas bukanlah orang yang memperoleh pangkat doktor atau profesor. Atau orang yang telah mempu menciptakan suatu teori supersulit atau insinyur yang mempu menciptakan mega proyek yang tak tertandingi. Tapi, orang sukses adalah mereka yang mampu menghitung-hitung amalnya untuk persiapan kehidupan setelah mati.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Nabi SAW, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW. bersabda, ”Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah”.  (HR. Ibnu Majah).


Hadirin yang berbahagia,

Jadi, orang yang cerdas adalah orang yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Mengingat mati atau mempersiapkan kematian yang dimaksud bukan hanya terkait dengan kain kafan, harta warisan, surat wasiat, atau lahan pekuburan. Manusia cerdas tentu lebih giat mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka tahu bagaimana merubah yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal. Misalnya, bagaimana caranya harta yang fana ini bisa berubah menjadi kekal? Maka caranya adalah dengan mengeluarkan sebagian atau semuanya kalau memungkinkan dari harta itu untuk tabungan akhiratnya. Sebagai investasi di hari, di mana orang tidak lagi mampu mengiventasikan hartanya.

Orang cerdas selalu memikirkan tentang kematian. Karena kematian adalah sesuatu hal yang misterius yang hanya Allah saja yang tahu. Tinggal bagaimana diri kita dalam mempersiapkan diri ini untuk menghadapi kematian yang akan mendatangi kita.Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. 3:102)

Ia juga memikirkan saat dirinya dibangkitkan kembali di yaumul hisab atau hari perhitungan amal perbuatan selama di dunia. Sebagaimana dikabarkan Rasulullah SAW: “Tidak ada seorangpun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. Kemudian ia menengok ke kanan, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Ia pun menengok ke kiri, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Lalu ia melihat ke depan, maka ia tidak melihat kecuali neraka ada di depan wajahnya. Karena itu jagalah diri kalian dari neraka meski dengan sebutir kurma.” (HR. Bukhori Muslim)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Orang-orang yang sadar dan tahu hakekat antara dunia dan akherat, akan merasa ringan ketika meninggalkan dunia dan tidak ada rasa takut untuk mati. Karena dengan perantaraan kematian manusia akan mendapatkan hakekat kehidupan, kekekalan, kenikmatan dan bertemu dengan penciptanya. Hal ini bukan berarti orang mukmin tidak takut mati, tetapi yang dimaksudkan adalah sebagaimana di ungkapkan para shahabat kepada Rasulullah, " Wahai Rasulullah semua kita tidak suka dengan kematian! Rasulullah menjawab, " Bukan itu maksudnya, tetapi ketika orang mukmin diperlihatkan kepadanya tetang sesuatu yang akan datang untuknya, ia senang untuk bertemu kepada Allah dan Allah pun senang bertemu dengannya. (HR. Bukhori).
Adapun orang-orang yang telah terperdaya dengan tipuan dunia, akan selalu takut untuk mati karena tidak ada bekal yang akan mereka bawa untuk ke akhirat. Ketika kematian mendatangi mereka dan diperlihatkan apa yang akan mereka peroleh nantinya "Mereka tidak suka untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun tidak suka bertemu dengnnya " (HR. Bukhori). 
Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah, agar dapat mempersiapkan pertemuan kita dengan-Nya, dengan persiapan terbaik. Amin.
http://mkitasolo.blogspot.com/

 

About

Dari Utsman ra., dia berkata: dari Nabi saw. beliau bersabda: sebaik-sebaik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya (HR. Bukhari)

Blogroll

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner