KONSEP KEADILAN SOSIAL DALAM BINGKAI ḤABLUN MINAN-NĀS | QS. AN-NISA’ AYAT 58, QS. Al-MA’IDAH AYAT 8, DAN QS. AN-NAHL AYAT 90


Kata al-‘adl disebutkan sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an. Dalam kamus Munawir, melihat dari segi bahasa kata al-‘adl memiliki beberapa makna, dalam kamus bahasa Arab kata al-‘adl berarti meluruskan/menyamarkan/kejujuran.  Kata “adil” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat didefinisikan sebagai berikut : (1) tidak berat sebelah/tidak memihak, (2) berpihak kepada kebenaran, dan (3) seharusnya/tidak sewenang-wenang. Dengan cara yang sama, ada perbedaan pendapat tentang keadilan dari beberapa ulama. Menurut Quraisy Shihab,  keadilan yang berasal dari kata “adil” berarti sama dan lurus. Atau dengan kata lain, orang yang adil berjalan lurus dan selalu menggunakan sikap dengan ukuran yang sama. Sebagian ahli mendefinisikan dengan menempatkan sesuatu di tempat yang seharusnya. Dalam arti yang lebih luas bahwa keadilan adalah segala sesuatu yang dapat melahirkan kemaslahatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan kemajuan.[1]

Lebih lanjut mengenai definisi ḥablun minan-nās dari segi bahasa adalah hubungan manusia dengan sesama manusia. Sedangkan dalam syariat, ḥablun minan-nās merupakan hubungan dengan sesama manusia, yang berarti setiap umat Islam dianugerahi kepercayaan oleh syariah Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam berbagai cara sesuai ketentuan-Nya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dijelaskan bahwa ḥablun minan-nās mempunyai makna hubungan sesama manusia, hubungan yang setara antara sesama manusia, dalam membangun dan mempertahankan hubungan ini dilakukkan dengan memperkuat persaudaraan.[2] Maka dapat dipahami, ḥablun minan-nās adalah hubungan antara manusia dengan sesama manusia, seperti bagaimana kita seharusnya memperlakukkan orang lain dan bagaimana orang lain memperlakukkan kita.

Sejatinya, keadilan dan ḥablun minan-nās adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keadilan merupakan isi dari seluruh hubungan antar manusia. Dengan kata lain, ḥablun minan-nās yang baik justru menuntut seseorang untuk berlaku adil kepada siapa pun, tidak pilih kasih, tidak menipu, dan bahkan tidak meremehkan hak orang lain. Bahkan dapat dikatakan bahwa ketika keadilan ditegakkan dalam suatu masyarakat maka di sinilah hubungan antarmanusia itu bisa tumbuh dengan sehat dan saling percaya. Dengan demikian, hubungan keduannya bukan hanya sekadar berkaitan, melainkan juga saling menghidupi dan menguatkan.

Konsep keadilan menjadi perbincangan yang sangat serius dalam kehidupan manusia. Dalam berbagai keadaan, keadilan sering dijadikan tolak ukur untuk menilai suatu tindakan, apakah itu benar atau tidak. Secara sederhana, keadilan dapat dipahami sebagai usaha untuk menempatkan segala sesuatu pada posisinya yang tepat,  sedangkan ẓālim adalah lawan kata dari keadilan. Hadirnya Islam, mengajarkan bahwa keadilan dapat diterapkan kapan saja dan di mana saja. Jika ada keadilan yang tegak, maka lahirlah suatu tatanan masyarakat yang seimbang, sementara hilangnya keadilan mengakibatkan kerusakan pada tatanan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita menemukan sikap tidak adil, baik dalam hal kecil maupun besar, seperti ketidakjujuran, penyalahgunaan amanah, hingga sikap pilih kasih terhadap orang lain.[3]

Keadilan sosial juga merupakan tema universal yang senantiasa menjadi perhatian manusia sepanjang sejarah. Dalam Islam, persoalan keadilan sendiri tidak dapat dilepaskan dari konsep ḥablun minan-nās yang menuntut adanya sikap saling menghormati, menunaikan hak, serta menjauhi segala bentuk kezaliman. Keadilan sosial dalam bingkai ini merupakan kewajiban yang harus direalisasikan di semua bidang kehidupan, baik di dalam keluarga maupun masyarakat secara keseluruhan. Dalam kehidupan masyarakat, persoalan keadilan sosial sering muncul dalam berbagai bentuk seperti, diskriminasi, ketimpangan ekonomi, penyalahgunaan kekuasaan, pilih kasih, dan lemahnya kepedulian terhadap kelompok yang lemah.[4]

Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup bagi umat Islam yang mana telah menawarkan panduan jelas tentang pentingnya menegakkan keadilan. Beragamnya keadilan yang dibahas dalam Al-Qur’an, bukan hanya pada proses penegakan dan penerapan hukum atau dalam penyelesaian terhadap pihak yang sedang berselisih, tetapi juga Al-Qur’an mengharuskan keadilan terhadap diri sendiri, baik ketika berbicara, menulis bahkan bertindak. Sebagaimana diketahui, ketiga ayat Al-Qur’an seperti Q.S. An-Nisa ayat 58, Q.S. Al-Maidah ayat 8, dan Q.S. An-Nahl ayat 90 memiliki keterkaitan erat dalam membangun konsep keadilan, khususnya dalam bingkai ḥablun minan-nās. Q.S. An-Nisa ayat 58 menekankan pentingnya keadilan dalam memenuhi amanah dan memutuskan suatu perkara. Sementara itu, Q.S. Al-Maidah ayat 8 menekankan keadilan yang selalu dijaga tanpa dipengaruhi kebencian atau kepentingan pribadi. Sedangkan Q.S. An-Nahl ayat 90 menyempurnakan dengan mengintegrasikan keadilan bersama kebajikan (ihsān).

 

Surah An-Nisa’ ayat 58

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.[5]

 

Surah Al-Ma’idah ayat 8

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu [6]terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.[7]

 

Surah An-Nahl ayat 90

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.

 

 

Munasabah Surah An-Nisa’ ayat 58, Surah Al-Ma’idah ayat 8, Surah An-Nahl ayat 90

       Berbicara tentang munasabah, para mufassir mengingatkan bahwa dalam memahami atau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama dalam konteks penafsiran ilmiah, seorang harus memperhatikan aspek-aspek bahasa Al-Qur’an dan hubungan antar ayat.[8] Munasabah Q.S. An-Nisa ayat 58 dengan ayat-ayat sekitarnya menunjukkan kesinambungan tema tentang tanggung jawab moral, kepemimpinan, dan tatanan sosial dalam Islam.[9] Pada ayat 57 diterangkan bahwa terdapat pahala yang besar dan balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan dalam ayat 58 ini dijelaskan bahwa melaksanakan amanat dan menetapkan hukum antara manusia dengan cara yang adil dan jujur adalah salah satu amal shaleh yang paling penting.[10]

            Melihalt dalri alyalt sebelulmnyal dallalm Q.S. ALn-Nisal alyalt 57, dijelalskaln balhwal ALllalh Sulbhalnalhul wal Tal'allal memberikaln palhallal yalng besalr balgi oralng-oralng yalng berimaln daln beralmall shalleh. Palhallal yalng dimalksuld berulpal kesempaltaln ulntulk memalsulki ke dallalm Sulrgal-Nyal. Lebih lalnjult, alyalt 58 ditegalskaln balhwal ALllalh Sulbhalnalhul wal Tal'allal memerintalhkaln halmbal-halmbal-Nyal ulntulk menyalmpalikaln almalnalh daln menyelesalikaln berbalgali permalsallalhaln dengaln prinsip kealdilaln. Tidalk alkaln sempulrnal imaln daln almall shallehnyal alpalbilal tidalk dilalndalsi dengaln perbulaltaln menyalmpalikaln almalnalh kepaldal semulal malnulsial yalng berhalk menerimalnyal daln penegalkkaln hulkulm secalral aldil.[11] ALdalpuln dallalm alyalt setelalhnyal, alyalt 59 terdalpalt perintalh ulntulk memaltulhi ullil almri, di malnal ullil almri yalng dimalksuld aldallalh merekal yalng menyalmpalikaln almalnalh kepaldal malsyalralkalt. Dengaln demikialn, mulnalsalbalh Q.S. ALn-Nisalalyalt 58 ini menegalskaln balhwal almalnalh daln kealdilaln itul fondalsi ultalmal balgi imaln, kepemimpinaln, daln taltalnaln sosiall. Tidalk halnyal itul, alyalt ini julgal memiliki hulbulngaln eralt dengaln temal besalr Sulralh ALn-Nisal yalitul pengaltulraln kehidulpaln sosiall, hulkulm kelulalrgal, daln kealdilaln sosiall.[12]

Mulnalsalbalh sulralh selalnjultnyal aldallalh mengenali Q.S. ALl- Malidalh alyalt 8. Diteralngkaln dallalm Talfsir ALl-Misbalh kalryal Qulralish Shihalb, mulnalsalbalh alyalt 8 ini menekalnkaln kesinalmbulngaln temal kealdilaln yalng telalh disebultkaln sebelulmnyal dallalm sulralh yalng salmal. Menulrult ALl-Biqal’i, perintalh ulntulk berlalkul aldil terhaldalp istri-istri telalh disebultkaln paldal alwall sulralh daln alkaln ditemulkaln di pertengalhaln sulralh. Dallalm sulralh ini, diizinkaln balgi istri-istri yalng non Mulslim (ALhl all-Kitalb) ulntulk mengalwininnyal.[13] Kemuldialn, setelalh ALllalh memintal Halmbal-Nyal ulntulk memenulhi jalnji-Nyal secalral keselulrulhaln. Dial menulnjulkkaln kalrulnial-Nyal kepaldal merekal dengaln menghallallkaln malkalnaln yalng balik daln menghalralmkaln malkalnaln yalng bulrulk sertal memperbolehkaln memalkaln hewaln yalng disembelih oleh ALhli Kitalb. Malkal paldal Q.S. ALl- Malidalh alyalt 8 ini, ALllalh memberikaln penjelalsaln tentalng balgalimalnal kital sehalrulsnyal berperilalkul terhaldalp oralng lalin, balik ALhli Kitalb, mulsulh, malulpuln salhalbalt altalul kelulalrgal.[14]

ALyalt paldal sulralh ALl-Malidalh ini menjelalskaln pentingnyal menjallalnkaln perjalnjialn dengaln ALllalh daln Ralsull-Nyal sehinggal menjaldi jelals pentingnyal melalksalnalkalnnyal dengaln sepenulh halti, daln ini tercermin dallalm kaltal qalwwāmīn lillāh. Sulralh ALl-Malidalh alyalt 8 ini aldallalh kelalnjultaln dalri alyalt-alyalt sebelulmnyal, yalitul dalri alyalt 1 hinggal 7, menceritalkaln tentalng perintalh ALllalh kepaldal halmbal-Nyal ulntulk memenulhi semulal jalnji-Nyal, sertal menyebultkaln kalrulnial-kalrulnial-Nyal dengaln menghallallkaln merekal ulntulk memalkaln malkalnaln yalng balik daln menghalralmkaln yalng tidalk balik. Kemuldialn ALllalh mengulralikaln di alyalt 8 ini mengenali calral yalng tepalt ulntulk berperilalkul terhaldalp oralng lalin, balik merekal yalng alhli kitalb, temaln, mulsulh daln keralbalt. Lebih lalnjult, dallalm kalitalnnyal alyalt 8 dengaln alyalt 10, ALllalh menjelalskaln balgalimalnal sehalrulsnyal. Sementalral itul, paldal alyalt 10 mengulralikaln balhwal oralng-oralng Yalhuldi daln Nalsralni selallul melalnggalr jalnji yalng telalh merekal bulalt.[15] Dengaln demikialn, alyalt sesuldalhnyal menulnjulkkaln tindalkaln-tindalkaln oralng kalfir yalng senalntialsal ingkalr jalnji.

            Lebih lalnjult, mulnalsalbalh Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 dallalm Talfsir ALl-Malralghi dijelalskaln paldal alyalt sebelulmnyal, di malnal ALllalh memberikaln kalbalr gembiral kepaldal oralng yalng berimaln daln alncalmaln kepaldal oralng yalng tidalk berimaln (kalfir). Sehinggal paldal alyalt 90 ini, ALllalh menggalmbalrkaln kalralkteristik oralng-oralng yalng berimaln, yalng palntals menerimal jalnji ballalsaln tersebult. Oleh kalrenal itul, alyalt 90 terdalpalt tigal istilalh kulnci yalkni aldil, ihsaln daln berbalgi, yalng mencalkulp alkhlalk mullial daln aldalb yalng balik. ALl-Malralghi menyaltalkaln balhwal kallimalt teralkhir dalri alyalt ini menjaldi sebulalh motivalsi algalmal ulntulk menghalrgali nilali dalsalr alkhlalk daln aldalb tersebult, dikalrenalkaln itul alkaln menjaldi fondalsi stalbilitals jiwal malnulsial (paldal alyalt selalnjultnyal).[16]

            Salmal seperti penalfsir lalinnyal, ALl-Malralghi sepalkalt balhwal alyalt ini mengalndulng dalsalr algalmal yalng palling penting tentalng alkhlalk. Kealdilaln yalng didalsalrkaln paldal nilali talulhid alkaln memenulhi kebultulhaln ulntulk melalkulkkaln tindalkaln aldil sesalmal malnulsial. Ringkalsnyal, menulrult all-Malralghi alyalt ini menjelalskaln balhwal ALllalh menyulrulh aldil yalng beralrti melalkulkkaln kebalikaln halnyal dengaln memenulhi kewaljibaln, berbulalt ihsaln, yalng beralrti meningkaltkaln ketalaltaln daln pengalgulngaln kepaldal ALllalh Sulbhalnalhul wal Tal'allal, daln mengalsihi malkhlulk-Nyal yalng palling mullial dengaln menjallin silaltulralhim. Daln melalralng berlebihaln dallalm mengejalr kesenalngaln syalhwalt yalng tidalk sesulali dengaln syalral’ daln alkall, berlebihaln dallalm mengikulti dorongaln almalnalh, sertal menyombongkaln diri daln memallingkaln mulkal.

            Menulrult konsep ALl-Qulr’aln, tuljulaln malnulsial diciptalkaln di bulmi ini aldallalh menjaldi seoralng khallīfalh, yalng beralrti merekal halruls berlalkul aldil daln tidalk memperlalkulkaln oralng lalin dengaln semenal-menal, sehinggal dalpalt menciptalkaln kehidulpaln yalng malkmulr daln dipenulhi dengaln kealdilaln sertal kalsih salyalng. Kealdilaln halruls dilihalt dalri perspektif sosiokulltulrall malnulsial. Kealdilaln di sini memiliki malknal talmbalhaln yalitul menyalmalkaln, menyejaljalrkaln, sertal membalndingkaln alntalral dulal pihalk altalul lebih.[17] Dallalm ALl-Qulr’aln, kealdilaln diposisikaln sebalgali dalsalr daln prinsip yalng halruls diteralpkaln oleh ulmalt Islalm dallalm kehidulpaln sehalri-halri merekal.

            Berdalsalrkaln pembalhalsaln mulnalsalbalh ketigal alyalt ini, kelompok kalmi berpendalpalt balhwal konsep kealdilaln sosiall dallalm bingkali albluln minaln-nās menjaldikaln kealdilaln sebalgali dalsalr ultalmal dallalm membalnguln hulbulngaln alntalrmalnulsial. Kealdilaln ini diimplementalsikaln melalluli pelalksalnalaln almalnh dengaln penulh talnggulng jalwalb, penegalkkaln hulkulm daln kepultulsaln secalral aldil talnpal aldalnyal diskriminalsi, sertal peningkaltaln kesaldalraln sosiall melalluli sikalp ihsaln. Melalluli ketigal alyalt ini ditegalskaln balhwal kealdilaln dallalm aljalraln Islalm tidalk halnyal berfokuls paldal pemenulhaln halk daln talnggulng jalwalb, melalinkaln julgal paldal terciptalnyal sosiall yalng halrmonis, salling menghalrgali, daln mengedepalnkaln nilali-nilali kemalnulsialaln sebalgali malnifestalsi hulbulngaln yalng balik di alntalral sesalmal.

 

Analisis Kebahasaan

            Secalral kebalhalsalaln, Q.S. ALn-Nisal alyalt 58, Q.S. ALl-Malidalh alyalt 8, daln Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 menulnjulkkaln aldalnyal ulslulb ALl-Qulr’aln yalng tegals dallalm menyalmpalikaln prinsip kealdilaln. Ketigal alyalt ini menggulnalkaln kalidalh kebalhalsalaln yalng sistemaltis, melipulti bentulk fi’il almr (kaltal perintalh), penggulnalaln talulkid (penegalsaln), sertal pemilihaln diki yalng mengalndulng malknal ulniversall daln kontekstulall dallalm kehidulpaln sosiall. Di balwalh ini aldallalh alnallisis kebalhalsaln ketigal alyalt itul yalng tercalntulm dallalm talbel.

 

Tabel 1. ALnallisis Kebalhalsalaln Q.S. ALn-Nisalalyalt 58.

No Ayat

Kaidah Kebahasaan

Lafadz

58

Kata al-amānāt memiliki bentuk jamak amānah yang memiliki arti sesuatu yang dipercayakan dan wajib dijaga serta dikembalikan kepada pemiliknya. Dalam perspektif Al-Qur’an, amānah tidak hanya terbatas pada harta benda, tetapi mencakup seluruh tanggung jawab yang dibebankan kepada manusia, baik yang bersifat individual maupun sosial.[18]

َاَنْ تُؤَدُّوا الْاَ مٰنٰتِ

 

58

Sementara itu, kata al-‘adl bermakna lurus, Dalam ayat ini, adil artinya menetapkan hukum secara objektif, tidak berat sebelah, dan tidak membeda-bedakan siapa pun. Jadi, keadilan bukan hanya nilai baik saja, tetapi juga harus diterapkan secara nyata dalam hukum dan pemerintahan.

ِالْعَدْل

 

 

58

Daln ayat ditutup dengan sifat Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat mengandung makna teologis yang kuat, yakni penegasan bahwa setiap amanah dan keputusan hukum akan dimintakan pertanggungjawaban di hadapan Allah Sulbhalnalhul wal Tal'allal.

  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

 

 

Tabel 2. ALnallisis Kebalhalsalaln Q.S. ALl-Mal’idalh alyalt 8.

No Ayat

Kaidah Kebahasaan

Lafadz

8

Kaltal كُونُوا merulpalkaln fi‘il almr (kaltal perintalh) alrtinyal “jaldilalh kallialn”. قَوَّامِينَ bentulk mulbālalghalh (hiperbolik) dalri qā’im, malksuldnyal bulkaln sekaldalr berdiri, talpi tegalk secalral konsisten daln sulnggulh-sulnggulh. Jaldi malksuldnyal iallalh bulkaln sekaldalr berdiri, talpi tegalk secalral konsisten daln sulnggulh-sulnggulh.

كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ

8

Kata شُهَدَاءَ jalmalk dalri syāhid (salksi) daln الْقِسْطِ kealdilaln yalng objektif daln proporsionall, malknalnyal aldallalh halruls menjaldi salksi yalng aldil, balik dallalm ulcalpaln malulpuln tindalkaln.

شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ

 

 

8

Kaltal اعْدِلُوا alrtinyal aldallalh perintalh tegals: “berlalkul aldillalh!” أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ lebih dekalt kepaldal talkwal, aldalpuln malksuldnyal yalitul kealdilaln bulkaln halnyal nilali sosiall, talpi jallaln menuljul ketalkwalaln. Ringkalsnyal dalri alyalt ini iallalh kealdilaln aldallalh kewaljibaln multlalk, Tidalk boleh dipengalrulhi oleh kebencialn,   Kealdilaln aldallalh indikaltor ultalmal ketalkwalaln[19]

عْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

 

Tabel 3. ALnallisis Kebalhalsalaln Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90.

No Ayat

Kaidah Kebahasaan

Lafadz

90

Kaltal إِنَّ yalitul penegalsaln yalng salngalt kulalt & يَأْمُرُ aldallalh kaltal kerjal berkelalnjultaln yalng malnal Perintalh ini palsti daln teruls berlalkul, bulkaln situlalsionall sebalgalimalnal malknal nyal di dallalm alyalt nyal yalitul  بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ  Sesulnggulhnyal ALllalh itul menyulrulh berlalkul aldil, berbulalt kebaljikaln, daln memberikaln balntulaln kepaldal keralbalt. Jaldi malksuldnyal iallalh islalm ini tidalk berhenti di aldil alkaln tetalpi nalik ke ihsaln (lebih dalri aldil).

 

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَا لْاِ حْسَا نِ

90

Kata الفحشاء di alrtikaln dosal besalr (rulsalk pribaldi) daln المنكر kebulrulkaln ulmulm (rulsalk sosiall) & البغي kezallimaln/penindalsaln (merulgikaln oralng lalin) yalng malnal alrtinyal iallalh ”Dial (julgal) melalralng perbulaltaln keji, permulsulhaln daln kemulngkalraln” malkal dalri itul simpullnyal aldallalh Secalral kebalhalsalaln, alyalt ini menyulsuln polal aldil  ihsaln  pedulli kelulalrgal & hindalri dosal pribaldi  penyimpalngaln sosiall kezallimaln.[20]

عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

 

Analisis Surah

1.        ALnallisis Sulralh ALn-Nisalalyalt 58

ALyalt ini mengalndulng prinsip yalng menjaldi dalsalr taltal mengelolal kehidulpaln sosiall, yalitul kewaljibaln balgi setialp Mulslim ulntulk menulnalikaln almalnalh daln menegalkkaln kealdilaln. Dallalm Talfsir Misbalh jilid II, Qulralish Shihalb menyaltalkaln kaltal almānalh meruljulk paldal sesulaltul yalng diseralhkaln kepaldal oralng lalin ulntulk dijalgal daln dikemballikaln ketikal tibal salaltnyal altalul jikal pemiliknyal memintalnyal.[21]

Kaltal almānalh yalng di gulnalkaln dallalm alyalt ini julgal merulpalkaln bentulk jalmalk dalri kaltal almīnalh - yal’malnul - almānātaln.[22] Hall ini menulnjulkaln kallalul almānalh yalng di malksuld bulkaln halnyal sesulaltul yalng bersifalt malteriall seperti ulalng, sepaltul, altalul balralng fisik lalinnyal, tetalpi julgal yalng bersifalt non malteriall, seperti jalbaltaln, ilmul, balhkaln kepultulsaln halkim, daln sebalgalinyal.

Jikal di lihalt dalri alsbalbuln nulzull, alyalt ini tulruln berkalitaln dengaln penyeralhaln kemballi kulnci Kal’balh kepaldal pemiliknyal di halri pembebalsaln kotal malkkalh, yalng menulnjulkkaln balhwal almalnalh halruls diberikaln altalul di kemballikaln kepaldal pihalk yalng memiliki halknyal, talnpal dipengalrulhi oleh kepentingaln politik altalul kepentingaln kelompok.[23]

Dallalm alyalt ini julgal, terdalpalt perintalh ulntulk menaltalpkaln hulkulm dengaln aldil yalng menulnjulkaln balhwal kealdilaln merulpalkaln prinsip yalng halruls di lalkulkaln semulal ulmalt Islalm. Kealdilaln julgal tidalk boleh dipengalrulhi oleh falktor alpalpuln seperti kekeralbaltaln, jalbaltaln dallalm pemerintalh, altalul tekalnaln politik.

2.        ALnallisis Sulralh ALl-Mal’idalh alyalt 8

ALyalt ini menulnjulkaln balhwal kital halruls berlalkul aldil kepaldal sialpalpuln, sekallipuln kepaldal hall yalng kital benci. Seperti yalng dinyaltalkaln oleh Qulralish Syihalb, ALllalh menciptalkaln sertal mengaltulr allalm semestal ini dengaln prinsip kealdilaln, daln menghalrulskaln kealdilaln ulntulk melipulti selulrulh dimensi kehidulpaln. Ini mencalkulp alkidalh, hulkulm altalul syalrialh, alkhlalk, balhkaln peralsalaln cintal daln benci. [24]

Kebencialn julgal tidalk dalpalt digulnalkaln sebalgali allalsaln ulntulk mengorbalnkaln kealdilaln, meskipuln kebencialn itul dialralhkaln kepaldal kalulm non mulslim, altalul didorong oleh ulpalyal ulntulk mendalpaltkaln ridhal-Nyal.[25]  Seperti paldal sulralt ALl-Mulmtalhalnalh alyalt 8:

 

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

 

ALllalh tidalk melalralng kalmul berbulalt balik daln berlalkul aldil terhaldalp oralng-oralng yalng tidalk memeralngimul dallalm ulrulsaln algalmal daln tidalk mengulsir kalmul dalri kalmpulng hallalmalnmul. (Q.S. ALl-Mulmtalhalnalh : 8)

 

Qulralish Syihalb menjelalskaln balhwal alhli talfsir daln hulkulm islalm bermaldzhalb Malliki, Ibnul ALralbi, tidalk sependalpalt dengaln ullalmal-ullalmal yalng memalhalmi kaltaltalqshithulpaldal firmaln ALllalh dallalm alyalt tersebult sebalgali “berlalkul aldil”. Menulrult Ibnul ALralbi “berlalkul aldil aldallalh waljib terhaldalp oralng-oralng kalfir (balik yalng memeralngi malulpuln tidalk)”. Kaltal talqdithul di sini menulrult Ibnul ALralbi aldallalh memberi sedekalh berulpal sebalgialn dalri halrtal gulnal menjallin hulbulngaln balik.[26]

3.        ALnallisis Sulralh ALn-Nalhl alyalt 90

Melalluli ALyalt ini kital mendalpaltkaln rulmulsaln tentalng prinsip etikal sosiall. Daln dallalm ALyalt ini julgal mencalngkulp pondalsi hulbulngaln malnulsial, balik hulbulngaln malnulsial dengaln Tulhaln-nyal malulpuln interalksi malnulsial dengaln saltul salmal lalin.[27]

Pertalmal, didallalm alyalt ini kital di perintalhkaln ulntulk berbulalt aldil, hall ini menulnjulkaln balhwal kealdilaln aldallalh fondalsi ultalmal dallalm kehidulpaln bersosiall. Sesulali dengaln malknalnyal, kealdilaln beralrti meletalkkaln sesulaltul sesulali dengaln tempaltnyal sertal memberikaln halk kepaldal oralng yalng berhalk menerimalnyal.[28]

Kedulal, dallalm alyalt ini julgal membalhals tentalng konsep ihsaln itul beraldal di altals kealdilaln. Kalrenal jikal kealdilaln memiliki alrti memberi sesulali halknyal, malkal ihsaln beralrti memberikaln kelebihaln dalri yalng sehalrulsnyal dial terimal, sebalgali bentulk kebalikaln daln keikhlalsaln. Malkal dalri itul berlalkul aldil julgal perlul di balrengi dengaln alkhlalq sehinggal bisal lebih dekalt dengaln ketalqwalaln.[29]

Ketigal, dallalm alyalt ini julgal kital di perintalhkaln ulntulk memberi daln salling berbalgi kepaldal keralbalt (dzil qulrbal) yalng menulnjulkaln pentingnyal solidalritals alntalr kelulalrgal. Dalri hall ini julgal terbentulk malsyalralkalt yalng salling mendulkulng daln halrmonis.[30]

Kemuldialn alyalt ini julgal melalralng kital ulntulk berbulalt keji, kemulngkalraln, daln permulsulhaln. Malkal dalri itul, alyalt ini mengalndulng keseimbalngaln alntalral perintalh daln lalralngaln dallalm bermalsyalralkalt.[31]

Dalri alnallisal tersebult dalpalt di simpilkaln balhwal Q.S. ALn-Nisalalyalt 58 menegalskaln balhwal almalnalh daln kealdilaln daln kealdilaln aldallalh dulal pilalr ultalmal dallalm kehidulpaln bermalsyalkalt. Kedulalnyal salling mengulaltkaln, almalnalh membalnguln kepercalyalaln, sedalngkaln kealdilaln menjalgal keseimbalngaln. Talnpal almalnalh daln kealdilaln, taltalnaln sosiall daln kepemimpinaln tidalk dalpalt berdiri kokoh.

Sedalngkaln Q.S. ALl-Mal’idalh alyalt 8 mengaljalrkaln balhwal kealdilaln halruls ditegalkkaln talnpal memalndalng ralsal sulkal malulpuln benci. Kebencialn tidalk boleh menjaldi penghallalng ulntulk bersikalp aldil, balhkaln kealdilaln julgal halruls di tetalpkaln kepaldal oralng yalng kital alnggal lalwaln. Inilalh stalndalr morall tertinggi yalng ditulntult dallalm algalmal Islalm ulntulk membalnguln hulbulngaln alntalrmalnulsial.

Teralkhir, dallalm Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 meralngkulm selulrulh prinsip hulbulngaln sosiall dallalm islalm mencalngkulp perintalh berlalkul aldil, berbulalt ihsaln, daln menjalgal silaltulralhim, sertal lalralngaln terhaldalp kekejialn, kemulngkalraln, daln permulsulhaln. ALyalt ini bulkaln sekedalr palndulaln dallalm beretikal, melalinkaln cetalk birul sebulalh peraldalbaln yalng menghendalki malnulsial hidulp dengaln tidalk halnyal berlalkul aldil, tetalpi julgal penulh dengaln kalsih salyalng.

 

Relevansi Keadilan Sosial dalam Kehidupan Modern

Konsep kealdilaln sosiall yalng terdalpalt dallalm ALl-Qulr’aln memiliki hulbulngaln eralt dengaln albluln minaln-nās yalkni balgalimalnal malnulsial membalnguln hulbulngaln sosiall yalng halrmonis, salling menghalrgali, daln tidalk salling merulgikaln. Relevalnsi Q.S. ALn-Nisal alyalt 58 dallalm kehidulpaln Modern terlihalt jelals ketikal nilali kealdilaln tersebult dihaldalpkaln paldal berbalgali persoallaln sosiall daln hulkulm modern yalng malsih terjaldi di Indonesial.[32] Ketidalkaldilaln dallalm reallitals sosiall balnyalk terlihalt melalluli kesenjalngaln sosiall ekonomi. Berdalsalrkaln daltal yalng dikulmpullkaln oleh Baldaln Pulsalt Staltistik (BPS) per Februlalri 2026 menulnjulkkaln balhwal wallalulpuln tingkalt pengalnggulraln terbulkal (TPT) mengallalmi penulrulnaln menjaldi 4,68%, nalmuln malsih terdalpalt sekitalr 7,24 jultal oralng ulsial produlktif yalng malsih mengalngulr, daln 59,4% pekerjal yalng suldalh bekerjal julstrul tersalngkult di sektor informall, seperti bulrulh halrialn lepals, petalni gulrem, nelalyaln skallal kecil, pedalgalng kalki limal daln pekerjal talnpal jalminaln sosiall yalng memaldali.[33]

Kondisi semalcalm ini menciptalkaln ketimpalngaln alkses pendidikaln, pelalyalnaln kesehaltaln, lalpalngaln pekerjalaln, daln pelalyalnaln pulblik yalng menempaltkaln sebalgialn malsyalralkalt kelals balwalh seringkalli kesullitaln mendalpaltkaln halk-halk  dalsalr merekal secalral aldil. ALjalraln ALl-Qulr’aln dallalm kondisi tentalng kealdilaln sosiall ini menjaldi salngalt relevaln. Q.S. ALn-Nisal alyalt 58 dallalm talfsir ALl-Misbalh ini bulkaln halnyal berbicalral tetalng menulnalikaln almalnalh dallalm malknal sempit seperti menjalgal balralng titipaln melalinkaln mencalkulp selulrulh talnggulng jalwalb kepemimpinaln, pengelolalaln sulmber dalyal, daln pelalyalnaln pulblik. Lebih dalri itul, alyalt ini julgal memperintalhkaln malnulsial menetalpkaln hulkulm dengaln aldil di alntalral sesalmal. Tercaltalt falktal balhwal sepalnjalng talhuln 2025, Kementerialn Hulkulm daln HALM menerimal lebih dalri 3.200 lalporaln diskriminalsi dallalm pelalyalnaln pulblik, yalng melipulti perbedalaln perlalkulaln berdalsalrkaln staltuls ekonomi, sulkul, algalmal, hinggal gender.[34]

Lebih lalnjult lalgi, sulralh ALl-Malidalh alyalt 8 secalral tegals menyaltalkaln balhwal oralng-oralng berimaln halruls menjaldi Qalwwalmin. Qalwwalmin yalitul oralng-oralng yalng selallul berkomitmen daln bersulnggulh-sulnggulh dallalm menegalkkaln kealdilaln sertal menjallalnkaln tulgals-tulgals sosiall merekal secalral optimall. Kealdilaln di sini aldallalh kealdilaln yalng tidalk terpengalrulh oleh peralsalaln cintal altalul benci, hulbulngaln pribaldi, kepentingaln ekonomi, altalul dorongaln halwal nalfsul di segallal kondisi. Kealdilaln ini beralsall dalri ketalaltaln kepaldal ALllalh, tidalk terpengalrulh oleh falktor lulalr, daln aldalnyal ralsal saldalr balhwal ALllalh mengalwalsi segallal sesulaltul yalng tersembulyi di dallalm halti malnulsial.[35] Nalmuln kenyaltalalnyal, di Indonesial sendiri julstrul mengallalmi talntalngaln dallalm mengimplementalsikaln alyalt ini. Berdalsalrkaln daltal lalporaln Komisi Pemberalntals Korulpsi (KPK) di talhuln 2025 tercaltalt dalri 1.245 kalsuls korulpsi yalng ditalngalni, lebih dalri 60% melibaltkaln hulbulngaln kekeralbaltaln dallalm pengaldalaln balralng daln jalsal, penerimalaln pegalwali negeri, malulpuln pemberialn izin ulsalhal.

Hulbulngaln sosiall, balik alntalral saltul oralng dengaln oralng lalin, saltul oralng dengaln kelompok, malulpuln saltul kelompok dengaln kelompok lalinnyal, tidalk bisal terlepals dalri kehidulpaln malnulsial. Sebalgalimalnal dallalm Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 memiliki beberalpal nilali yalng terkalndulng di dallalmnyal, seperti nilali kealdilaln, kemalnulsialaln, kesetalralaln, nilali moderalsi, sertal nilali kebebalsaln. Secalral lalngsulng nilali-nilali ini berbicalral mengenali  albluln minaln-nās, kalrenal mengaltulr balgalimalnal malnulsial berinteralksi dengaln malnulsial yalng lalinnyal. Dallalm ALl-Qulr’aln sendiri disebultkaln balhwal malnulsial di bulmi ini ditulgalskaln menjaldi seoralng khallīfalh yalng sehalrulsnyal bersifalt aldil daln tidalk semenal-menal dallalm menggulnalkaln kekulalsalaln, sertal memiliki talnggulng jalwalb ulntulk menjalgal keseimbalngaln daln kealdilaln dallalm mengelolal sulmber dalyal allalm, lingkulngaln, daln perlalkulaln terhaldalp hewaln. Balnyalk alyalt dallalm ALl-Qulr’aln yalng menekalnkaln pentingnyal perlalkulaln yalng aldil terhaldalp semulal oralng, talnpal halruls memalndalng algalmal, rals, gender altalul staltuls soalli merekal.[36]

            Konsep kaldilaln sosiall dallalm kehidulpaln sosiall terdiri dalri tigal konsep. Yalng pertalmal aldallalh kebebalsaln jiwal yalng multlalk, alrtinyal ALl-Qulr’aln itul haldir ulntulk membebalskaln malnulsial dalri segallal bentulk penghalmbalaln kepaldal ALllalh. Yalng kedulal, kesetalralaln alntalr malnulsial,  kalrenal semulal malnulsial aldallalh saluldalral saltul salmal lalin daln beralsall dalri saltul sulmber. Mengenall saltul salmal lalin, bulkaln bermulsulhaln aldallalh tuljulaln penciptalaln malnulsial. Ketigal, solidalritals sosiall beralrti kebebalsaln yng dibaltalsi oleh kebebalsaln oralng lalin. Kalrenal kealdilaln dallalm kehidulpaln sosiall memerlulkaln kerjalsalmal dallalm bingkali persaluldalralaln ulntulk mencalpali kepentingaln bersalmal yalng aldil daln penulh kalsih salyalng.[37]

 

Kesimpulan

            Berdalsalrkaln alnallisis dialtals, dalpalt disimpulkaln balhwal kealdilaln sosiall dallalm ALl-Qulr’aln bulkaln halnyal altulraln altalul teori yalng dibalhals dallalm alyalt, alkaln tetalpi benalr-benalr menjaldi pedomaln dallalm balgalimalnal malnulsial sehalrulsnyal berhulbulngaln dengaln sesalmal. Melaluli Q.S. ALn-Nisal alyalt 58, Q.S. ALl-Malidalh alyalt 8, daln Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 inilalh konsep kealdilaln dallalm ALl-Qulr'aln menjaldi prinsip ultalmal yalng tidalk dalpalt di pisalhkaln dallalm kehidulpaln bersosiall malnulsial. Disini kital memalhalmi balhwal berlalkul aldil itul dimullali dalri hall-hall yalng sederhalnal saljal seperti menjalgal almalnalh, tidalk pilih kalsih, daln tetalp bersikalp benalr wallalulpuln dallalm situlalsi yalng sullit altalul terhaldalp oralng yalng tidalk kital sulkali. Q.S. ALn-Nisal alyalt 58 menulnjulkkaln betalpal pentingnyal almalnalh daln kealdilaln menjaldi dalsalr dallalm membalnguln kepercalyalaln sosiall daln kehidulpaln yalng balik. ALmalnalh menjaldi fondalsi hulbulngaln alntalr malnulsial, sedalngkaln kealdilaln menjaldi prinsip dallalm menjalgal keseimbalngaln.

Lebih lalnjult, ALl-Malidalh alyalt 8 menegalskaln balhwal kealdilaln halruls di tegalkkaln secalral konsisten talnpal di calmpulri daln di pengalrulhi kebencialn, kepentingaln pribaldi, malulpuln tekalnaln dalri pihalk sosiall. Hall ini menulnjulkaln balhwal kealdilaln dallalm islalm bersifalt objektif daln menjaldi keultalmalaln dallalm ketalqwalaln seseoralng. Sementalral ALn-Nalhl alyalt 90 memberikaln penyempulrnal dalri pembalhalsaln tersebult dengaln menghaldirkaln pembalhalsaln yalng lebih lulals lalgi, yalitul kealdilaln, ihsaln, daln solidalritals bersosiall. ALyalt ini menulnjulkaln kallalul hulbulngaln alntalr malnulsial tidalk halnyal halruls aldil, tetalpi julgal halruls di balrengi dengaln kebalikaln, kepedullialn, daln kalsih salyalng, khulsulsnyal terhaldalp keralbalt daln lingkulngaln sosiall di sekitalr kital. Dengaln demikialn, memalhalmi konsep kealdilaln sosiall yalng aldal dallalm ALl-Qulr’aln salngalt penting ulntulk dipelaljalri daln julgal sulpalyal diteralpkaln dallalm kehidulpaln sehalri-halri.



[1] ’Abd. Muhammad Fuad Al-Baqiy, Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfaz Al-Qur’an Al-Karim (Beirut: Dar al-Fikr, 1981).

[2] Andi Musdalifah, “Habluminallah Dan Habluminannas Sebagai Jalan Menuju Insan Kamil Dalam Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al-Ghazali” (UIN KH Abdurrahman Wahid Pewkalongan, 2025).

[3] Fajar Ainul Yaqin, “Konsep Kadilan Sosial Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 90 Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Jasser Auda (Studi Tafsir Maqasid),” 2023, hlm 85.

[4] Roro Fatihin, “Keadilan Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Pancasila,” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 1, no. 2 (2017): 293–314.

[5] “Kementrian Agama Replubik Indonesia,” Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, n.d. Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, An-Nisa (4) : 58.

[6] “Kementrian Agama Replubik Indonesia.” Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, Al-Maidah (5) : 8.

[7] “Kementrian Agama Replubik Indonesia.” Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, An-Nahl (16) : 90.

[8] M Quraish Shihab, “ Membumikan” Al-Quran: Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat (Mizan Pustaka, 2007), hlm 135.

[9] Haerul Iman, Gita Syahriana, and Junas Junas, “Tafsir Ayat Tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah Dan Keadilan (QS An-Nisa: 58),” Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara 2, no. 6 (2025): 13204–9.

[10] Ibid,

[11] Fikri Latifatul Isnaini, “An-Nisa,” 2018, http://www.acedemia.edu/29201363/an-nisa.

[12] Ibid,

[13] M.Quraisy Shihab, Tafsir Al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2003).

[14] Ibid,

[15] Hafidz. Dkk Dasuki, Al-Qur’an Dan Terjemahannya, Jilid 14 (Surabaya: Karya Agung, 2006).

[16] Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Jilid 14 (Mesir: Syirkah Al-Maktabaha Musthafa al-Bab al-Halabi, 1974), Hal.129.

[17]H Saaeful Anwar, “Konsep Keadilan Dalam Al-Qur’an : Analisis Tafsir Maudu’I,” Jurnal Al-Qalam 19 (2002): Hal 19.

[18] Iman, Syahriana, and Junas, “Tafsir Ayat Tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah Dan Keadilan (QS An-Nisa: 58).”

[19] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah

[20]  Muslim Buhari, “Analisis Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd Terhadap QS. An-Nahl: 90 Perspektif Keadilan Sosial,” Al-Ulum Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ke Islaman 13, no. 1 (2026): 81–91.

[21] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 2 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 480

[22] Ibid, hlm. 481

[23] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 2 (Jakarta: Kemenag RI, 2011), hlm. 196

[24] M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 2007), hlm. 117.

[25] Ibid, hlm. 118.

[26] M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 2007), hlm. 118

[27] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 5, hlm. 373

[28] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 7, hlm. 245.

[29] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 7, hlm. 247.

[30] Hamka, Tafsir Al-Azhar, Jilid 5 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hlm. 89.

[31] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, hlm. 322.

[32] Nurlina Sari Ihsanniati et al., “Keadilan Sosial: Konsep Keadilan Dan Peran Manusia Dalam Mewujudkan Keadilan Perspektif Al-Qur’an,” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 9, no. 01 (2024).

[33] Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 (Jakarta: BPS, 2026).

[34] Kementerian Hukum dan HAM RI, “Laporan Keuangan Tahunan 2025,” 2025.

[35] St Nur and Syahidah Dzatun, “Prinsip Keadilan Sosial Dalam Islam: Studi Teks Al-Qur’an Dan Hadis,” Jurnal Interdisiplin Sosiologi Agama (JINSA) 4, no. 1 (2024): 35–51.

[36]Yaqin, “Konsep Kadilan Sosial Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 90 Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Jasser Auda (Studi Tafsir Maqasid).”

[37] Ibid, h.85.




Penulis:

Lyra Mustika Dewi                    (241111041)

Rifki Anindia Al-Farizi              (241111043)

Ahmad Zaky Kurniawan            (241111048)

          Muhammad Arif Rizki               (241111053)

Dosen Pembimbing
Dr. KH. Moh. Abdul Kholiq Hasan Lc.MA.M.Ed

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tafsir Surat An-Nisa' (4): Ayat 31-32

Tafsir Surat An-Nisa' (4): Ayat 43

Tafsir Surat An-Nisa' (4): Ayat 20-21