KONSEP KEADILAN SOSIAL DALAM BINGKAI ḤABLUN MINAN-NĀS | QS. AN-NISA’ AYAT 58, QS. Al-MA’IDAH AYAT 8, DAN QS. AN-NAHL AYAT 90
Kata al-‘adl disebutkan
sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an. Dalam kamus Munawir, melihat dari segi bahasa
kata al-‘adl memiliki beberapa makna, dalam kamus bahasa Arab kata al-‘adl
berarti meluruskan/menyamarkan/kejujuran. Kata “adil” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) dapat didefinisikan sebagai berikut : (1) tidak berat sebelah/tidak
memihak, (2) berpihak kepada kebenaran, dan (3) seharusnya/tidak
sewenang-wenang. Dengan cara yang sama, ada perbedaan pendapat tentang keadilan
dari beberapa ulama. Menurut Quraisy Shihab,
keadilan yang berasal dari kata “adil” berarti sama dan lurus. Atau dengan
kata lain, orang yang adil berjalan lurus dan selalu menggunakan sikap dengan
ukuran yang sama. Sebagian ahli mendefinisikan dengan menempatkan sesuatu di tempat
yang seharusnya. Dalam arti yang lebih luas bahwa keadilan adalah segala sesuatu
yang dapat melahirkan kemaslahatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat
mendapatkan kemajuan.[1]
Lebih lanjut mengenai
definisi ḥablun minan-nās dari segi bahasa adalah hubungan manusia dengan
sesama manusia. Sedangkan dalam syariat, ḥablun minan-nās merupakan hubungan
dengan sesama manusia, yang berarti setiap umat Islam dianugerahi kepercayaan
oleh syariah Allah Subhanahu
wa Ta'ala untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam berbagai cara sesuai
ketentuan-Nya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dijelaskan bahwa ḥablun minan-nās mempunyai
makna hubungan sesama manusia, hubungan yang setara antara sesama manusia,
dalam membangun dan mempertahankan hubungan ini dilakukkan dengan memperkuat persaudaraan.[2]
Maka dapat dipahami, ḥablun minan-nās adalah hubungan antara manusia dengan sesama manusia, seperti
bagaimana kita seharusnya memperlakukkan orang lain dan bagaimana orang lain memperlakukkan
kita.
Sejatinya, keadilan dan ḥablun minan-nās adalah dua
hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keadilan merupakan isi dari seluruh
hubungan antar manusia. Dengan kata lain, ḥablun minan-nās yang baik
justru menuntut seseorang untuk berlaku adil kepada siapa pun, tidak pilih
kasih, tidak menipu, dan bahkan tidak meremehkan hak orang lain. Bahkan dapat
dikatakan bahwa ketika keadilan ditegakkan dalam suatu masyarakat maka di sinilah
hubungan antarmanusia itu bisa tumbuh dengan sehat dan saling percaya. Dengan
demikian, hubungan keduannya bukan hanya sekadar berkaitan, melainkan juga
saling menghidupi dan menguatkan.
Konsep keadilan menjadi
perbincangan yang sangat serius dalam kehidupan manusia. Dalam berbagai
keadaan, keadilan sering dijadikan tolak ukur untuk menilai suatu tindakan,
apakah itu benar atau tidak. Secara sederhana, keadilan dapat dipahami sebagai
usaha untuk menempatkan segala sesuatu pada posisinya yang tepat, sedangkan ẓālim adalah lawan kata dari
keadilan. Hadirnya Islam, mengajarkan bahwa keadilan dapat diterapkan kapan
saja dan di mana saja. Jika ada keadilan yang tegak, maka lahirlah suatu tatanan
masyarakat yang seimbang, sementara hilangnya keadilan mengakibatkan kerusakan
pada tatanan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita menemukan
sikap tidak adil, baik dalam hal kecil maupun besar, seperti ketidakjujuran,
penyalahgunaan amanah, hingga sikap pilih kasih terhadap orang lain.[3]
Keadilan sosial juga merupakan tema universal yang
senantiasa menjadi perhatian manusia sepanjang sejarah. Dalam Islam, persoalan
keadilan sendiri tidak dapat dilepaskan dari konsep ḥablun minan-nās yang
menuntut adanya sikap saling menghormati, menunaikan hak, serta menjauhi segala
bentuk kezaliman. Keadilan sosial dalam bingkai ini merupakan kewajiban yang
harus direalisasikan di semua bidang kehidupan, baik di dalam keluarga maupun masyarakat
secara keseluruhan. Dalam kehidupan masyarakat, persoalan keadilan sosial
sering muncul dalam berbagai bentuk seperti, diskriminasi, ketimpangan ekonomi,
penyalahgunaan kekuasaan, pilih kasih, dan lemahnya kepedulian terhadap
kelompok yang lemah.[4]
Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup bagi umat Islam yang
mana telah menawarkan panduan jelas tentang pentingnya menegakkan keadilan. Beragamnya keadilan yang
dibahas dalam Al-Qur’an, bukan hanya pada proses penegakan dan penerapan hukum
atau dalam penyelesaian terhadap pihak yang sedang berselisih, tetapi juga
Al-Qur’an mengharuskan keadilan terhadap diri sendiri, baik ketika berbicara,
menulis bahkan bertindak. Sebagaimana diketahui, ketiga ayat
Al-Qur’an seperti Q.S. An-Nisa ayat 58, Q.S. Al-Maidah ayat 8, dan Q.S. An-Nahl
ayat 90 memiliki keterkaitan erat dalam membangun konsep keadilan, khususnya
dalam bingkai ḥablun minan-nās. Q.S. An-Nisa ayat 58 menekankan
pentingnya keadilan dalam memenuhi amanah dan memutuskan suatu perkara.
Sementara itu, Q.S. Al-Maidah ayat 8 menekankan keadilan yang selalu dijaga
tanpa dipengaruhi kebencian atau kepentingan pribadi. Sedangkan Q.S. An-Nahl ayat
90 menyempurnakan dengan mengintegrasikan keadilan bersama kebajikan (ihsān).
Surah An-Nisa’ ayat 58
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ
تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ
تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ
اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh
kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di
antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi
Maha Melihat.[5]
Surah Al-Ma’idah ayat 8
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ
هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا
تَعْمَلُوْنَ
Wahai orang-orang yang
beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang
bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu [6]terhadap
suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena
(adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.[7]
Surah An-Nahl ayat 90
اِنَّ اللّٰهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ
الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Sesungguhnya
Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada
kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia
memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.
Munasabah Surah An-Nisa’
ayat 58, Surah Al-Ma’idah ayat 8, Surah An-Nahl ayat 90
Berbicara tentang munasabah, para
mufassir mengingatkan bahwa dalam memahami atau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an,
terutama dalam konteks penafsiran ilmiah, seorang harus memperhatikan
aspek-aspek bahasa Al-Qur’an dan hubungan antar ayat.[8]
Munasabah Q.S. An-Nisa ayat 58 dengan ayat-ayat sekitarnya menunjukkan
kesinambungan tema tentang tanggung jawab moral, kepemimpinan, dan tatanan
sosial dalam Islam.[9] Pada ayat 57 diterangkan bahwa
terdapat pahala yang besar dan balasan bagi orang-orang yang beriman dan
beramal shaleh, dan dalam ayat 58 ini dijelaskan bahwa melaksanakan amanat dan
menetapkan hukum antara manusia dengan cara yang adil dan jujur adalah salah
satu amal shaleh yang paling penting.[10]
Melihalt
dalri
alyalt
sebelulmnyal
dallalm
Q.S. ALn-Nisal
alyalt
57, dijelalskaln
balhwal
ALllalh
Sulbhalnalhul
wal
Tal'allal
memberikaln palhallal
yalng
besalr
balgi
oralng-oralng
yalng
berimaln daln
beralmall
shalleh.
Palhallal
yalng
dimalksuld
berulpal
kesempaltaln
ulntulk
memalsulki
ke dallalm
Sulrgal-Nyal.
Lebih lalnjult,
alyalt
58 ditegalskaln
balhwal
ALllalh
Sulbhalnalhul
wal
Tal'allal
memerintalhkaln
halmbal-halmbal-Nyal
ulntulk
menyalmpalikaln
almalnalh
daln
menyelesalikaln
berbalgali
permalsallalhaln
dengaln
prinsip kealdilaln.
Tidalk
alkaln
sempulrnal
imaln
daln
almall
shallehnyal
alpalbilal
tidalk
dilalndalsi
dengaln
perbulaltaln
menyalmpalikaln
almalnalh
kepaldal
semulal malnulsial
yalng
berhalk
menerimalnyal
daln
penegalkkaln
hulkulm
secalral
aldil.[11]
ALdalpuln
dallalm
alyalt
setelalhnyal,
alyalt
59 terdalpalt
perintalh ulntulk
memaltulhi
ullil
almri,
di malnal
ullil
almri
yalng
dimalksuld
aldallalh
merekal yalng
menyalmpalikaln
almalnalh
kepaldal
malsyalralkalt.
Dengaln
demikialn, mulnalsalbalh
Q.S. ALn-Nisal’
alyalt
58 ini menegalskaln
balhwal
almalnalh
daln
kealdilaln
itul
fondalsi
ultalmal
balgi
imaln,
kepemimpinaln, daln
taltalnaln
sosiall.
Tidalk
halnyal
itul,
alyalt
ini julgal
memiliki hulbulngaln
eralt
dengaln
temal
besalr
Sulralh
ALn-Nisal
yalitul
pengaltulraln
kehidulpaln
sosiall,
hulkulm
kelulalrgal,
daln
kealdilaln
sosiall.[12]
Mulnalsalbalh
sulralh
selalnjultnyal
aldallalh
mengenali Q.S. ALl-
Malidalh
alyalt
8. Diteralngkaln
dallalm
Talfsir
ALl-Misbalh
kalryal
Qulralish
Shihalb,
mulnalsalbalh
alyalt
8 ini menekalnkaln
kesinalmbulngaln
temal
kealdilaln
yalng
telalh
disebultkaln
sebelulmnyal
dallalm
sulralh
yalng
salmal.
Menulrult
ALl-Biqal’i,
perintalh ulntulk
berlalkul
aldil
terhaldalp
istri-istri telalh disebultkaln
paldal
alwall
sulralh
daln
alkaln
ditemulkaln
di pertengalhaln
sulralh.
Dallalm
sulralh
ini, diizinkaln balgi
istri-istri yalng non Mulslim
(ALhl
all-Kitalb)
ulntulk
mengalwininnyal.[13]
Kemuldialn,
setelalh ALllalh
memintal Halmbal-Nyal
ulntulk
memenulhi jalnji-Nyal
secalral
keselulrulhaln.
Dial
menulnjulkkaln
kalrulnial-Nyal
kepaldal
merekal dengaln
menghallallkaln
malkalnaln
yalng
balik
daln
menghalralmkaln
malkalnaln
yalng
bulrulk
sertal
memperbolehkaln memalkaln
hewaln
yalng
disembelih oleh ALhli Kitalb.
Malkal
paldal
Q.S. ALl- Malidalh
alyalt
8 ini, ALllalh
memberikaln penjelalsaln
tentalng
balgalimalnal
kital
sehalrulsnyal
berperilalkul
terhaldalp
oralng
lalin,
balik
ALhli
Kitalb,
mulsulh,
malulpuln
salhalbalt
altalul kelulalrgal.[14]
ALyalt
paldal
sulralh
ALl-Malidalh
ini menjelalskaln
pentingnyal menjallalnkaln
perjalnjialn
dengaln
ALllalh
daln
Ralsull-Nyal
sehinggal menjaldi
jelals
pentingnyal melalksalnalkalnnyal
dengaln
sepenulh halti,
daln
ini tercermin dallalm
kaltal
qalwwāmīn lillāh. Sulralh
ALl-Malidalh
alyalt
8 ini aldallalh
kelalnjultaln
dalri
alyalt-alyalt
sebelulmnyal,
yalitul
dalri
alyalt
1 hinggal 7, menceritalkaln
tentalng
perintalh ALllalh
kepaldal
halmbal-Nyal
ulntulk
memenulhi semulal jalnji-Nyal,
sertal
menyebultkaln
kalrulnial-kalrulnial-Nyal
dengaln
menghallallkaln
merekal ulntulk
memalkaln
malkalnaln
yalng
balik
daln
menghalralmkaln
yalng
tidalk
balik.
Kemuldialn
ALllalh
mengulralikaln
di alyalt
8 ini mengenali calral
yalng
tepalt
ulntulk
berperilalkul
terhaldalp
oralng
lalin,
balik
merekal yalng
alhli
kitalb,
temaln,
mulsulh
daln
keralbalt.
Lebih lalnjult,
dallalm
kalitalnnyal
alyalt
8 dengaln alyalt
10, ALllalh
menjelalskaln
balgalimalnal
sehalrulsnyal.
Sementalral
itul,
paldal
alyalt
10 mengulralikaln
balhwal
oralng-oralng
Yalhuldi
daln
Nalsralni
selallul
melalnggalr
jalnji
yalng
telalh
merekal bulalt.[15]
Dengaln
demikialn, alyalt
sesuldalhnyal
menulnjulkkaln
tindalkaln-tindalkaln
oralng
kalfir
yalng
senalntialsal
ingkalr
jalnji.
Lebih
lalnjult,
mulnalsalbalh
Q.S. ALn-Nalhl
alyalt
90 dallalm
Talfsir
ALl-Malralghi
dijelalskaln
paldal
alyalt
sebelulmnyal,
di malnal
ALllalh
memberikaln kalbalr
gembiral kepaldal
oralng
yalng
berimaln daln
alncalmaln
kepaldal
oralng
yalng
tidalk
berimaln (kalfir).
Sehinggal paldal
alyalt
90 ini, ALllalh
menggalmbalrkaln
kalralkteristik
oralng-oralng
yalng
berimaln, yalng
palntals
menerimal jalnji
ballalsaln
tersebult. Oleh kalrenal
itul,
alyalt
90 terdalpalt
tigal
istilalh kulnci
yalkni
aldil,
ihsaln
daln
berbalgi,
yalng
mencalkulp
alkhlalk
mullial
daln
aldalb
yalng
balik.
ALl-Malralghi
menyaltalkaln
balhwal
kallimalt
teralkhir
dalri
alyalt
ini menjaldi sebulalh motivalsi
algalmal
ulntulk
menghalrgali
nilali
dalsalr
alkhlalk
daln
aldalb
tersebult, dikalrenalkaln
itul
alkaln
menjaldi
fondalsi
stalbilitals
jiwal
malnulsial
(paldal
alyalt
selalnjultnyal).[16]
Salmal
seperti penalfsir lalinnyal,
ALl-Malralghi
sepalkalt
balhwal
alyalt
ini mengalndulng
dalsalr
algalmal
yalng
palling
penting tentalng alkhlalk.
Kealdilaln
yalng
didalsalrkaln
paldal
nilali
talulhid alkaln
memenulhi kebultulhaln
ulntulk
melalkulkkaln
tindalkaln
aldil
sesalmal
malnulsial.
Ringkalsnyal,
menulrult
all-Malralghi
alyalt
ini menjelalskaln
balhwal
ALllalh
menyulrulh
aldil
yalng
beralrti
melalkulkkaln
kebalikaln
halnyal
dengaln
memenulhi kewaljibaln,
berbulalt ihsaln,
yalng
beralrti
meningkaltkaln
ketalaltaln
daln
pengalgulngaln
kepaldal
ALllalh
Sulbhalnalhul
wal
Tal'allal,
daln
mengalsihi
malkhlulk-Nyal
yalng
palling
mullial
dengaln
menjallin
silaltulralhim.
Daln
melalralng
berlebihaln dallalm
mengejalr kesenalngaln
syalhwalt
yalng
tidalk
sesulali dengaln
syalral’
daln
alkall,
berlebihaln dallalm
mengikulti dorongaln
almalnalh,
sertal
menyombongkaln diri daln
memallingkaln
mulkal.
Menulrult
konsep ALl-Qulr’aln,
tuljulaln malnulsial
diciptalkaln
di bulmi
ini aldallalh
menjaldi
seoralng
khallīfalh, yalng
beralrti
merekal halruls
berlalkul
aldil
daln
tidalk
memperlalkulkaln
oralng
lalin
dengaln
semenal-menal,
sehinggal dalpalt
menciptalkaln
kehidulpaln
yalng
malkmulr
daln
dipenulhi dengaln
kealdilaln
sertal
kalsih
salyalng.
Kealdilaln
halruls
dilihalt dalri
perspektif sosiokulltulrall
malnulsial.
Kealdilaln
di sini memiliki malknal
talmbalhaln
yalitul
menyalmalkaln,
menyejaljalrkaln,
sertal
membalndingkaln
alntalral
dulal pihalk
altalul lebih.[17]
Dallalm
ALl-Qulr’aln,
kealdilaln
diposisikaln sebalgali
dalsalr
daln
prinsip yalng halruls
diteralpkaln
oleh ulmalt
Islalm
dallalm
kehidulpaln
sehalri-halri
merekal.
Berdalsalrkaln
pembalhalsaln
mulnalsalbalh
ketigal alyalt
ini, kelompok kalmi berpendalpalt
balhwal
konsep kealdilaln
sosiall
dallalm
bingkali ḥalbluln
minaln-nās menjaldikaln kealdilaln sebalgali dalsalr ultalmal
dallalm
membalnguln
hulbulngaln
alntalrmalnulsial.
Kealdilaln
ini diimplementalsikaln
melalluli
pelalksalnalaln almalnh
dengaln
penulh
talnggulng
jalwalb,
penegalkkaln
hulkulm
daln
kepultulsaln
secalral
aldil
talnpal
aldalnyal
diskriminalsi, sertal
peningkaltaln
kesaldalraln
sosiall
melalluli
sikalp
ihsaln.
Melalluli
ketigal alyalt
ini ditegalskaln
balhwal
kealdilaln
dallalm
aljalraln
Islalm
tidalk
halnyal
berfokuls paldal
pemenulhaln
halk
daln
talnggulng
jalwalb,
melalinkaln
julgal
paldal
terciptalnyal
sosiall
yalng
halrmonis,
salling
menghalrgali,
daln
mengedepalnkaln
nilali-nilali
kemalnulsialaln sebalgali
malnifestalsi
hulbulngaln
yalng
balik
di alntalral
sesalmal.
Analisis Kebahasaan
Secalral
kebalhalsalaln, Q.S. ALn-Nisal
alyalt
58, Q.S. ALl-Malidalh
alyalt
8, daln
Q.S. ALn-Nalhl
alyalt
90 menulnjulkkaln
aldalnyal
ulslulb
ALl-Qulr’aln
yalng
tegals
dallalm
menyalmpalikaln
prinsip kealdilaln.
Ketigal alyalt
ini menggulnalkaln
kalidalh
kebalhalsalaln yalng
sistemaltis, melipulti
bentulk
fi’il almr (kaltal
perintalh), penggulnalaln talulkid (penegalsaln),
sertal
pemilihaln diki yalng
mengalndulng
malknal
ulniversall
daln
kontekstulall
dallalm
kehidulpaln
sosiall.
Di balwalh
ini aldallalh
alnallisis
kebalhalsaln
ketigal alyalt
itul
yalng
tercalntulm
dallalm
talbel.
Tabel 1. ALnallisis
Kebalhalsalaln Q.S. ALn-Nisal’
alyalt
58.
|
No
Ayat |
Kaidah
Kebahasaan |
Lafadz |
|
58 |
Kata al-amānāt
memiliki bentuk jamak amānah yang memiliki arti sesuatu yang
dipercayakan dan wajib dijaga serta dikembalikan kepada pemiliknya. Dalam
perspektif Al-Qur’an, amānah tidak hanya terbatas pada harta benda,
tetapi mencakup seluruh tanggung jawab yang dibebankan kepada manusia, baik
yang bersifat individual maupun sosial.[18] |
َاَنْ تُؤَدُّوا الْاَ مٰنٰتِ |
|
58 |
Sementara
itu, kata al-‘adl bermakna lurus, Dalam ayat ini, adil artinya menetapkan
hukum secara objektif, tidak berat sebelah, dan tidak membeda-bedakan siapa
pun. Jadi, keadilan bukan hanya nilai baik saja, tetapi juga harus diterapkan
secara nyata dalam hukum dan pemerintahan. |
ِالْعَدْل |
|
58 |
Daln
ayat
ditutup dengan sifat Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat mengandung makna
teologis yang kuat, yakni penegasan bahwa setiap amanah dan keputusan hukum
akan dimintakan pertanggungjawaban di hadapan Allah Sulbhalnalhul
wal Tal'allal. |
اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا |
Tabel 2. ALnallisis
Kebalhalsalaln Q.S. ALl-Mal’idalh
alyalt
8.
|
No
Ayat |
Kaidah
Kebahasaan |
Lafadz |
|
8 |
Kaltal
كُونُوا merulpalkaln fi‘il
almr (kaltal
perintalh) alrtinyal
“jaldilalh kallialn”. قَوَّامِينَ bentulk
mulbālalghalh
(hiperbolik) dalri qā’im, malksuldnyal bulkaln
sekaldalr
berdiri, talpi tegalk secalral konsisten daln sulnggulh-sulnggulh. Jaldi malksuldnyal iallalh bulkaln
sekaldalr
berdiri, talpi tegalk secalral konsisten daln sulnggulh-sulnggulh. |
كُونُوا
قَوَّامِينَ لِلَّهِ |
|
8 |
Kata شُهَدَاءَ jalmalk
dalri syāhid (salksi) daln الْقِسْطِ kealdilaln
yalng objektif daln
proporsionall, malknalnyal aldallalh halruls menjaldi
salksi yalng aldil, balik
dallalm
ulcalpaln
malulpuln
tindalkaln. |
شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ |
|
8 |
Kaltal اعْدِلُوا alrtinyal aldallalh perintalh
tegals: “berlalkul aldillalh!” أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ lebih
dekalt kepaldal
talkwal”, aldalpuln malksuldnyal yalitul kealdilaln
bulkaln
halnyal
nilali sosiall,
talpi jallaln menuljul ketalkwalaln. Ringkalsnyal dalri alyalt ini iallalh kealdilaln aldallalh kewaljibaln multlalk, Tidalk boleh dipengalrulhi oleh kebencialn, Kealdilaln aldallalh indikaltor ultalmal ketalkwalaln[19] |
عْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ |
Tabel 3. ALnallisis
Kebalhalsalaln Q.S. ALn-Nalhl
alyalt
90.
|
No
Ayat |
Kaidah
Kebahasaan |
Lafadz |
|
90 |
Kaltal إِنَّ yalitul penegalsaln yalng salngalt kulalt & يَأْمُرُ aldallalh kaltal kerjal berkelalnjultaln yalng malnal Perintalh ini palsti
daln
teruls
berlalkul, bulkaln situlalsionall sebalgalimalnal malknal nyal di dallalm alyalt nyal yalitul بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
“Sesulnggulhnyal ALllalh itul menyulrulh berlalkul aldil, berbulalt kebaljikaln, daln memberikaln balntulaln kepaldal keralbalt. Jaldi malksuldnyal iallalh islalm ini tidalk berhenti di aldil alkaln tetalpi nalik ke ihsaln (lebih dalri aldil). |
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَا لْاِ
حْسَا نِ |
|
90 |
Kata الفحشاء di alrtikaln dosal
besalr (rulsalk
pribaldi) daln المنكر kebulrulkaln
ulmulm
(rulsalk
sosiall) & البغي kezallimaln/penindalsaln
(merulgikaln
oralng lalin) yalng malnal alrtinyal iallalh ”Dial (julgal) melalralng perbulaltaln keji, permulsulhaln daln kemulngkalraln” malkal dalri itul simpullnyal aldallalh Secalral
kebalhalsalaln, alyalt
ini menyulsuln
polal aldil ihsaln pedulli
kelulalrgal & hindalri dosal
pribaldi penyimpalngaln
sosiall kezallimaln.[20] |
عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ |
Analisis Surah
1.
ALnallisis Sulralh ALn-Nisal’ alyalt 58
ALyalt ini mengalndulng prinsip yalng menjaldi dalsalr taltal mengelolal kehidulpaln sosiall, yalitul kewaljibaln balgi setialp Mulslim ulntulk menulnalikaln almalnalh daln menegalkkaln kealdilaln. Dallalm Talfsir Misbalh jilid II, Qulralish Shihalb
menyaltalkaln kaltal almānalh
meruljulk paldal sesulaltul yalng diseralhkaln kepaldal oralng lalin ulntulk dijalgal daln dikemballikaln ketikal
tibal salaltnyal altalul jikal pemiliknyal
memintalnyal.[21]
Kaltal almānalh yalng di gulnalkaln dallalm alyalt ini julgal merulpalkaln bentulk
jalmalk dalri kaltal almīnalh - yal’malnul - almānātaln.[22]
Hall ini menulnjulkaln kallalul almānalh yalng di malksuld bulkaln halnyal sesulaltul yalng bersifalt
malteriall seperti ulalng,
sepaltul, altalul balralng fisik lalinnyal, tetalpi
julgal yalng bersifalt
non malteriall, seperti jalbaltaln, ilmul,
balhkaln kepultulsaln halkim, daln
sebalgalinyal.
Jikal di lihalt dalri alsbalbuln nulzull, alyalt ini tulruln berkalitaln dengaln penyeralhaln kemballi kulnci Kal’balh kepaldal pemiliknyal di halri pembebalsaln kotal malkkalh, yalng menulnjulkkaln balhwal almalnalh halruls diberikaln altalul di kemballikaln kepaldal pihalk yalng memiliki halknyal, talnpal dipengalrulhi oleh kepentingaln politik altalul
kepentingaln kelompok.[23]
Dallalm alyalt ini julgal, terdalpalt perintalh ulntulk menaltalpkaln hulkulm dengaln aldil yalng menulnjulkaln balhwal kealdilaln merulpalkaln prinsip yalng halruls di lalkulkaln semulal ulmalt Islalm. Kealdilaln julgal tidalk boleh dipengalrulhi oleh falktor alpalpuln seperti kekeralbaltaln, jalbaltaln dallalm pemerintalh, altalul
tekalnaln
politik.
2.
ALnallisis Sulralh ALl-Mal’idalh alyalt 8
ALyalt ini menulnjulkaln balhwal kital halruls berlalkul aldil kepaldal sialpalpuln, sekallipuln kepaldal hall yalng kital benci. Seperti yalng dinyaltalkaln oleh Qulralish
Syihalb, ALllalh
menciptalkaln
sertal
mengaltulr
allalm
semestal ini dengaln
prinsip kealdilaln,
daln
menghalrulskaln
kealdilaln
ulntulk
melipulti selulrulh
dimensi kehidulpaln.
Ini mencalkulp
alkidalh,
hulkulm
altalul syalrialh,
alkhlalk,
balhkaln
peralsalaln cintal
daln
benci. [24]
Kebencialn
julgal
tidalk
dalpalt
digulnalkaln
sebalgali
allalsaln
ulntulk
mengorbalnkaln
kealdilaln,
meskipuln kebencialn
itul
dialralhkaln
kepaldal
kalulm non mulslim,
altalul didorong oleh ulpalyal
ulntulk
mendalpaltkaln
ridhal-Nyal.[25]
Seperti paldal
sulralt
ALl-Mulmtalhalnalh
alyalt
8:
لَا يَنْهٰىكُمُ
اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ
يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
ALllalh tidalk melalralng kalmul berbulalt balik daln berlalkul aldil terhaldalp oralng-oralng yalng tidalk memeralngimul dallalm ulrulsaln algalmal daln tidalk mengulsir kalmul dalri kalmpulng hallalmalnmul. (Q.S. ALl-Mulmtalhalnalh : 8)
Qulralish
Syihalb
menjelalskaln balhwal alhli talfsir daln hulkulm islalm bermaldzhalb Malliki, Ibnul ALralbi, tidalk sependalpalt dengaln ullalmal-ullalmal yalng memalhalmi kaltal “talqshithul” paldal firmaln ALllalh dallalm alyalt tersebult sebalgali “berlalkul aldil”. Menulrult Ibnul ALralbi “berlalkul aldil aldallalh waljib terhaldalp oralng-oralng kalfir (balik yalng memeralngi malulpuln tidalk)”. Kaltal talqdithul di sini menulrult Ibnul ALralbi aldallalh memberi sedekalh berulpal sebalgialn dalri halrtal gulnal menjallin hulbulngaln balik.[26]
3.
ALnallisis Sulralh ALn-Nalhl alyalt 90
Melalluli ALyalt ini kital mendalpaltkaln rulmulsaln tentalng prinsip etikal sosiall. Daln dallalm ALyalt ini julgal mencalngkulp pondalsi hulbulngaln malnulsial, balik hulbulngaln malnulsial dengaln Tulhaln-nyal malulpuln interalksi malnulsial dengaln saltul salmal lalin.[27]
Pertalmal, didallalm alyalt ini kital di perintalhkaln ulntulk berbulalt aldil, hall ini menulnjulkaln balhwal kealdilaln aldallalh fondalsi ultalmal dallalm kehidulpaln bersosiall. Sesulali
dengaln
malknalnyal,
kealdilaln
beralrti
meletalkkaln sesulaltul
sesulali dengaln tempaltnyal sertal memberikaln halk kepaldal oralng yalng berhalk menerimalnyal.[28]
Kedulal, dallalm alyalt ini julgal membalhals tentalng konsep ihsaln
itul
beraldal
di altals
kealdilaln.
Kalrenal
jikal
kealdilaln
memiliki alrti memberi sesulali
halknyal,
malkal
ihsaln
beralrti
memberikaln kelebihaln dalri yalng sehalrulsnyal dial terimal, sebalgali bentulk kebalikaln daln keikhlalsaln. Malkal dalri itul berlalkul aldil julgal perlul di balrengi dengaln alkhlalq sehinggal bisal lebih dekalt dengaln ketalqwalaln.[29]
Ketigal, dallalm alyalt ini julgal kital di perintalhkaln ulntulk memberi daln salling berbalgi kepaldal keralbalt (dzil qulrbal)
yalng
menulnjulkaln
pentingnyal solidalritals alntalr kelulalrgal.
Dalri
hall
ini julgal terbentulk malsyalralkalt yalng salling mendulkulng daln halrmonis.[30]
Kemuldialn alyalt ini julgal melalralng kital ulntulk berbulalt keji, kemulngkalraln, daln permulsulhaln. Malkal dalri itul, alyalt ini mengalndulng keseimbalngaln alntalral perintalh daln lalralngaln dallalm bermalsyalralkalt.[31]
Dalri alnallisal tersebult dalpalt di simpilkaln balhwal Q.S. ALn-Nisal’ alyalt 58 menegalskaln balhwal almalnalh daln kealdilaln daln kealdilaln aldallalh dulal pilalr ultalmal dallalm kehidulpaln bermalsyalkalt. Kedulalnyal
salling
mengulaltkaln, almalnalh membalnguln kepercalyalaln, sedalngkaln kealdilaln menjalgal keseimbalngaln. Talnpal almalnalh daln kealdilaln, taltalnaln sosiall daln kepemimpinaln tidalk dalpalt berdiri kokoh.
Sedalngkaln Q.S. ALl-Mal’idalh alyalt 8 mengaljalrkaln balhwal kealdilaln halruls ditegalkkaln talnpal memalndalng ralsal sulkal malulpuln benci. Kebencialn tidalk boleh menjaldi penghallalng ulntulk bersikalp aldil, balhkaln kealdilaln julgal halruls di tetalpkaln kepaldal oralng yalng kital alnggal lalwaln. Inilalh stalndalr morall tertinggi yalng ditulntult dallalm algalmal Islalm ulntulk membalnguln hulbulngaln alntalrmalnulsial.
Teralkhir, dallalm Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90 meralngkulm selulrulh prinsip hulbulngaln sosiall dallalm islalm mencalngkulp perintalh berlalkul aldil, berbulalt ihsaln, daln menjalgal silaltulralhim, sertal lalralngaln terhaldalp kekejialn, kemulngkalraln, daln permulsulhaln. ALyalt ini bulkaln sekedalr palndulaln
dallalm
beretikal, melalinkaln cetalk birul sebulalh
peraldalbaln
yalng
menghendalki malnulsial hidulp dengaln tidalk halnyal berlalkul aldil, tetalpi julgal penulh dengaln kalsih salyalng.
Relevansi Keadilan Sosial dalam
Kehidupan Modern
Konsep kealdilaln
sosiall
yalng
terdalpalt
dallalm
ALl-Qulr’aln
memiliki hulbulngaln
eralt
dengaln
ḥalbluln minaln-nās yalkni balgalimalnal malnulsial membalnguln hulbulngaln sosiall yalng halrmonis, salling menghalrgali, daln tidalk salling merulgikaln. Relevalnsi
Q.S. ALn-Nisal
alyalt
58 dallalm
kehidulpaln
Modern terlihalt jelals
ketikal nilali
kealdilaln
tersebult dihaldalpkaln
paldal
berbalgali
persoallaln
sosiall
daln
hulkulm
modern yalng malsih
terjaldi
di Indonesial.[32]
Ketidalkaldilaln
dallalm
reallitals
sosiall
balnyalk
terlihalt melalluli
kesenjalngaln
sosiall
ekonomi. Berdalsalrkaln
daltal
yalng
dikulmpullkaln
oleh Baldaln
Pulsalt
Staltistik
(BPS) per Februlalri
2026 menulnjulkkaln
balhwal
wallalulpuln
tingkalt pengalnggulraln
terbulkal
(TPT) mengallalmi
penulrulnaln
menjaldi
4,68%, nalmuln
malsih
terdalpalt
sekitalr 7,24 jultal
oralng
ulsial
produlktif
yalng
malsih
mengalngulr,
daln
59,4% pekerjal yalng
suldalh
bekerjal julstrul
tersalngkult
di sektor informall, seperti bulrulh
halrialn
lepals,
petalni
gulrem,
nelalyaln
skallal
kecil, pedalgalng
kalki
limal
daln
pekerjal talnpal
jalminaln
sosiall
yalng
memaldali.[33]
Kondisi semalcalm
ini menciptalkaln
ketimpalngaln
alkses
pendidikaln, pelalyalnaln
kesehaltaln,
lalpalngaln
pekerjalaln,
daln
pelalyalnaln
pulblik
yalng
menempaltkaln
sebalgialn
malsyalralkalt
kelals
balwalh
seringkalli kesullitaln
mendalpaltkaln
halk-halk dalsalr
merekal secalral
aldil.
ALjalraln
ALl-Qulr’aln
dallalm
kondisi tentalng kealdilaln
sosiall
ini menjaldi salngalt
relevaln. Q.S. ALn-Nisal
alyalt
58 dallalm
talfsir
ALl-Misbalh
ini bulkaln
halnyal
berbicalral
tetalng
menulnalikaln
almalnalh
dallalm
malknal
sempit seperti menjalgal
balralng
titipaln melalinkaln
mencalkulp
selulrulh
talnggulng
jalwalb
kepemimpinaln, pengelolalaln sulmber
dalyal,
daln
pelalyalnaln
pulblik.
Lebih dalri itul,
alyalt
ini julgal
memperintalhkaln
malnulsial
menetalpkaln
hulkulm
dengaln
aldil
di alntalral
sesalmal.
Tercaltalt
falktal
balhwal
sepalnjalng
talhuln
2025, Kementerialn Hulkulm
daln
HALM
menerimal lebih dalri
3.200 lalporaln
diskriminalsi dallalm
pelalyalnaln
pulblik,
yalng
melipulti perbedalaln perlalkulaln berdalsalrkaln
staltuls
ekonomi, sulkul,
algalmal,
hinggal gender.[34]
Lebih lalnjult
lalgi,
sulralh
ALl-Malidalh
alyalt
8 secalral
tegals
menyaltalkaln
balhwal
oralng-oralng
berimaln halruls
menjaldi
Qalwwalmin.
Qalwwalmin
yalitul
oralng-oralng
yalng
selallul
berkomitmen daln bersulnggulh-sulnggulh
dallalm
menegalkkaln
kealdilaln
sertal
menjallalnkaln
tulgals-tulgals
sosiall
merekal secalral
optimall. Kealdilaln
di sini aldallalh
kealdilaln
yalng
tidalk
terpengalrulh
oleh peralsalaln cintal
altalul benci, hulbulngaln
pribaldi,
kepentingaln ekonomi, altalul dorongaln
halwal
nalfsul
di segallal
kondisi. Kealdilaln
ini beralsall
dalri
ketalaltaln
kepaldal
ALllalh,
tidalk
terpengalrulh
oleh falktor lulalr, daln
aldalnyal
ralsal
saldalr
balhwal
ALllalh
mengalwalsi
segallal
sesulaltul
yalng
tersembulyi di dallalm
halti
malnulsial.[35]
Nalmuln
kenyaltalalnyal,
di Indonesial sendiri julstrul
mengallalmi
talntalngaln
dallalm
mengimplementalsikaln
alyalt
ini. Berdalsalrkaln
daltal
lalporaln
Komisi Pemberalntals
Korulpsi
(KPK) di talhuln
2025 tercaltalt
dalri
1.245 kalsuls
korulpsi
yalng
ditalngalni,
lebih dalri 60% melibaltkaln
hulbulngaln
kekeralbaltaln
dallalm
pengaldalaln balralng
daln
jalsal,
penerimalaln
pegalwali
negeri, malulpuln
pemberialn izin ulsalhal.
Hulbulngaln
sosiall,
balik
alntalral
saltul
oralng
dengaln
oralng
lalin,
saltul
oralng
dengaln
kelompok, malulpuln
saltul
kelompok dengaln kelompok lalinnyal,
tidalk
bisal
terlepals dalri
kehidulpaln
malnulsial.
Sebalgalimalnal
dallalm
Q.S. ALn-Nalhl
alyalt
90 memiliki beberalpal
nilali
yalng
terkalndulng
di dallalmnyal,
seperti nilali kealdilaln,
kemalnulsialaln, kesetalralaln, nilali
moderalsi, sertal
nilali
kebebalsaln.
Secalral
lalngsulng
nilali-nilali
ini berbicalral
mengenali ḥalbluln
minaln-nās,
kalrenal
mengaltulr
balgalimalnal
malnulsial
berinteralksi dengaln
malnulsial
yalng
lalinnyal.
Dallalm
ALl-Qulr’aln
sendiri disebultkaln
balhwal
malnulsial
di bulmi
ini ditulgalskaln
menjaldi
seoralng
khallīfalh
yalng
sehalrulsnyal
bersifalt aldil
daln
tidalk
semenal-menal
dallalm
menggulnalkaln
kekulalsalaln, sertal
memiliki talnggulng
jalwalb
ulntulk
menjalgal
keseimbalngaln
daln
kealdilaln
dallalm
mengelolal sulmber
dalyal
allalm,
lingkulngaln,
daln
perlalkulaln terhaldalp
hewaln.
Balnyalk
alyalt
dallalm
ALl-Qulr’aln
yalng
menekalnkaln
pentingnyal perlalkulaln yalng
aldil
terhaldalp
semulal oralng,
talnpal
halruls
memalndalng
algalmal,
rals,
gender altalul staltuls
soalli
merekal.[36]
Konsep
kaldilaln
sosiall
dallalm
kehidulpaln
sosiall
terdiri dalri tigal
konsep. Yalng pertalmal
aldallalh
kebebalsaln
jiwal
yalng
multlalk,
alrtinyal
ALl-Qulr’aln
itul
haldir
ulntulk
membebalskaln
malnulsial
dalri
segallal
bentulk
penghalmbalaln kepaldal
ALllalh.
Yalng
kedulal, kesetalralaln alntalr
malnulsial,
kalrenal
semulal malnulsial
aldallalh
saluldalral
saltul
salmal
lalin
daln
beralsall
dalri
saltul
sulmber.
Mengenall saltul
salmal
lalin,
bulkaln
bermulsulhaln
aldallalh
tuljulaln penciptalaln malnulsial.
Ketigal, solidalritals
sosiall
beralrti
kebebalsaln
yng dibaltalsi
oleh kebebalsaln
oralng
lalin.
Kalrenal
kealdilaln
dallalm
kehidulpaln
sosiall
memerlulkaln
kerjalsalmal
dallalm
bingkali persaluldalralaln ulntulk
mencalpali
kepentingaln bersalmal
yalng
aldil
daln
penulh
kalsih
salyalng.[37]
Kesimpulan
Berdalsalrkaln
alnallisis
dialtals,
dalpalt
disimpulkaln
balhwal
kealdilaln
sosiall
dallalm
ALl-Qulr’aln
bulkaln
halnyal
altulraln
altalul teori yalng
dibalhals
dallalm
alyalt,
alkaln
tetalpi
benalr-benalr
menjaldi
pedomaln dallalm
balgalimalnal
malnulsial
sehalrulsnyal
berhulbulngaln
dengaln
sesalmal.
Melaluli
Q.S. ALn-Nisal alyalt 58, Q.S. ALl-Malidalh alyalt 8, daln Q.S. ALn-Nalhl alyalt 90
inilalh
konsep kealdilaln
dallalm
ALl-Qulr'aln
menjaldi
prinsip ultalmal
yalng
tidalk
dalpalt
di pisalhkaln
dallalm
kehidulpaln
bersosiall malnulsial.
Disini kital memalhalmi
balhwal
berlalkul
aldil
itul
dimullali
dalri
hall-hall
yalng
sederhalnal
saljal
seperti menjalgal
almalnalh,
tidalk
pilih kalsih, daln
tetalp
bersikalp benalr
wallalulpuln
dallalm
situlalsi yalng
sullit
altalul terhaldalp
oralng
yalng
tidalk
kital
sulkali.
Q.S. ALn-Nisal
alyalt
58 menulnjulkkaln
betalpal
pentingnyal almalnalh
daln
kealdilaln
menjaldi
dalsalr
dallalm
membalnguln
kepercalyalaln sosiall
daln
kehidulpaln
yalng
balik.
ALmalnalh
menjaldi
fondalsi
hulbulngaln
alntalr
malnulsial,
sedalngkaln
kealdilaln
menjaldi
prinsip dallalm
menjalgal
keseimbalngaln.
Lebih lalnjult,
ALl-Malidalh
alyalt
8 menegalskaln
balhwal
kealdilaln
halruls
di tegalkkaln
secalral
konsisten talnpal
di calmpulri
daln
di pengalrulhi
kebencialn, kepentingaln
pribaldi,
malulpuln
tekalnaln
dalri
pihalk
sosiall.
Hall
ini menulnjulkaln
balhwal
kealdilaln
dallalm
islalm
bersifalt objektif daln
menjaldi
keultalmalaln dallalm
ketalqwalaln seseoralng.
Sementalral
ALn-Nalhl
alyalt
90 memberikaln penyempulrnal
dalri
pembalhalsaln
tersebult dengaln
menghaldirkaln
pembalhalsaln
yalng
lebih lulals
lalgi,
yalitul
kealdilaln,
ihsaln,
daln
solidalritals
bersosiall. ALyalt
ini menulnjulkaln
kallalul hulbulngaln
alntalr
malnulsial
tidalk
halnyal
halruls
aldil,
tetalpi
julgal
halruls
di balrengi
dengaln
kebalikaln,
kepedullialn,
daln
kalsih
salyalng,
khulsulsnyal
terhaldalp
keralbalt
daln
lingkulngaln
sosiall
di sekitalr kital.
Dengaln
demikialn, memalhalmi
konsep kealdilaln
sosiall
yalng
aldal
dallalm
ALl-Qulr’aln
salngalt
penting ulntulk
dipelaljalri
daln
julgal
sulpalyal
diteralpkaln
dallalm
kehidulpaln
sehalri-halri.
[1] ’Abd. Muhammad Fuad Al-Baqiy, Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfaz Al-Qur’an Al-Karim (Beirut: Dar
al-Fikr, 1981).
[2] Andi Musdalifah, “Habluminallah Dan Habluminannas
Sebagai Jalan Menuju Insan Kamil Dalam Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam
Al-Ghazali” (UIN KH Abdurrahman Wahid Pewkalongan, 2025).
[3] Fajar Ainul Yaqin, “Konsep Kadilan Sosial Dalam
Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 90 Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Jasser Auda
(Studi Tafsir Maqasid),” 2023, hlm 85.
[4] Roro Fatihin, “Keadilan Sosial Dalam Perspektif
Al-Qur’an Dan Pancasila,” Panangkaran:
Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 1, no. 2 (2017): 293–314.
[5] “Kementrian Agama Replubik Indonesia,” Al-Qur’an dan
Terjemahannya Qs, n.d. Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, An-Nisa (4) : 58.
[6] “Kementrian Agama Replubik Indonesia.” Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, Al-Maidah (5) : 8.
[7] “Kementrian Agama Replubik Indonesia.” Al-Qur’an dan Terjemahannya Qs, An-Nahl (16) : 90.
[8] M Quraish Shihab, “
Membumikan” Al-Quran: Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat
(Mizan Pustaka, 2007), hlm 135.
[9] Haerul Iman, Gita Syahriana, and Junas Junas, “Tafsir
Ayat Tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah Dan Keadilan (QS An-Nisa:
58),” Jurnal Intelek Dan Cendikiawan
Nusantara 2, no. 6 (2025): 13204–9.
[10] Ibid,
[11] Fikri Latifatul Isnaini, “An-Nisa,” 2018,
http://www.acedemia.edu/29201363/an-nisa.
[12] Ibid,
[13] M.Quraisy Shihab, Tafsir
Al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2003).
[14] Ibid,
[15] Hafidz. Dkk Dasuki, Al-Qur’an Dan Terjemahannya, Jilid 14 (Surabaya: Karya Agung,
2006).
[16] Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Jilid 14 (Mesir: Syirkah Al-Maktabaha Musthafa
al-Bab al-Halabi, 1974), Hal.129.
[17]H Saaeful Anwar,
“Konsep Keadilan Dalam Al-Qur’an : Analisis Tafsir Maudu’I,” Jurnal Al-Qalam 19 (2002): Hal 19.
[18] Iman, Syahriana, and Junas, “Tafsir Ayat Tentang
Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah Dan Keadilan (QS An-Nisa: 58).”
[19] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah
[20] Muslim Buhari,
“Analisis Hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd Terhadap QS. An-Nahl: 90 Perspektif
Keadilan Sosial,” Al-Ulum Jurnal
Pemikiran Dan Penelitian Ke Islaman 13, no. 1 (2026): 81–91.
[21] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 2 (Jakarta: Lentera
Hati, 2002), hlm. 480
[22] Ibid, hlm. 481
[23] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 2 (Jakarta:
Kemenag RI, 2011), hlm. 196
[24] M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 2007),
hlm. 117.
[25] Ibid, hlm. 118.
[26] M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 2007),
hlm. 118
[27] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 5, hlm. 373
[28] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 7, hlm. 245.
[29] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Vol. 7, hlm. 247.
[30] Hamka, Tafsir Al-Azhar, Jilid 5 (Jakarta: Pustaka Panjimas,
1982), hlm. 89.
[31] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, hlm. 322.
[32] Nurlina Sari Ihsanniati et al., “Keadilan Sosial:
Konsep Keadilan Dan Peran Manusia Dalam Mewujudkan Keadilan Perspektif
Al-Qur’an,” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu
Al-Qur’an Dan Tafsir 9, no. 01 (2024).
[33] Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 (Jakarta: BPS,
2026).
[34] Kementerian Hukum dan HAM RI, “Laporan Keuangan
Tahunan 2025,” 2025.
[35] St Nur and Syahidah Dzatun, “Prinsip Keadilan Sosial
Dalam Islam: Studi Teks Al-Qur’an Dan Hadis,” Jurnal Interdisiplin Sosiologi Agama (JINSA) 4, no. 1 (2024):
35–51.
[36]Yaqin, “Konsep
Kadilan Sosial Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 90 Perspektif Maqasid
Al-Syari’ah Jasser Auda (Studi Tafsir Maqasid).”
[37] Ibid, h.85.
Lyra
Mustika Dewi (241111041)
Rifki
Anindia Al-Farizi (241111043)
Ahmad
Zaky Kurniawan (241111048)
Muhammad
Arif Rizki (241111053)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar